-->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Demi Memperjuangkan Hak“Petani Jalan Kaki Untuk Mencari Keadilan Ke Istana Negara”

Saturday, July 11, 2020 | July 11, 2020 WIB Last Updated 2020-07-11T10:34:37Z

PORTALBUANA.COM, BATHIN SOLAPAN -. 11JULI 2020 Petani Simalingkar A dan Seimencirim Kabupaten Deliserdang yang melakukan aksi jalan kaki menuju Istana Negara, Jakarta, akan melanjutkan perjalanan setelah beristirahat dan menginap 1 malam di Pusat oleh oleh Riau Jalan Riau-Medan Kecamatan Tanah Putih Rokan Hilir

10/7/20 sekira jam 18.20 WIB Rombongan Aksi Pencari Keadilan Serikat Tani Simalingkar Bersatu (SPSB) dan Serikat Tani Mancirim Bersatu (STMB)  tiba di Simpang Pangat Kecamatan Tanah Putih Sedinginan Kabupaten Rokan Hilir Riau. Meskipun di perjalan mereka diguyur hujan dan tetap terus melangkah menyusuri jalan lintas Sumatera menuju Istana Negara Jakarta untuk mencari Keadilan. 


Mengingat cuaca yang kurang bersahabat dan melepaskan kepenatan sesaat para peserta aksi beristirahat meluruskan pinggang di "Kedai Pusat Oleh-Oleh Riau". Sebut peserta aksi, Dicky Surbakti, kepada Portal buana.com

Dalam kebersamaan tersebut terlihat beberapa orang pengurus IKMR Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis (Dendi Setia Wandi dan Akhir pily) dan juga tampak hadir di lokasi tersebut perwakilan DPC PKB Kabupaten Bengkalis (Adripol A dan beberapa orang jajaran) serta Tokoh Pemuda Duri Patra Setiawan.

Menurut keterangan dari Aris yang merupakan koordinator aksi bahwa mereka sudah memasuki hari ke17 dalam perjalan. Besok pagi meraka akan melanjutkan perjalan ke Pasar Sidomulyo menuju Duri dan menyusuri jalan lintas Sumatera menuju Jakarta yang entah kapan sampainya.

Namun kami masih tetap bersemangat untuk memperjuangkan hak atas tanah dan tempat tinggal mereka yang digusur paksa oleh perusahaan pelat merah," sebut Aris

Langakah-langkah dalam penyelesaian masalah ini sudah kami lalui denga  panjang namun juga tidak nenemukan solusi. Sehingga kami mengambil langkah untuk berjalan kaki untuk mencari keadilan. Kami akan menemui Presiden Joko Widodo terkait sengketa lahan antara mereka selaku petani dengan PT Perkebunan Nusantara II dan sekarang ini kami sudah mengantongi surat balasan dari DPR RI tepatnya Fraksi untuk melakukan Audiensi dengan mereka pada tanggal 14 Juli 2020 mendatang tambah Aris.

Sebetulnya Kelompok tani SPSB (Serikat Petani Simalingkar Bersatu) dan STMB (Serikat Tani Mencirim Bersatu), melakukan aksi jalan kaki ini untuk mencari keadilan, karena mereka terusir dari negara sendiri. Lahan pertanian yang mereka kuasai sejak 1951 digusur paksa oleh PTPN II


Padahal, menurut pengakuan para petani, sebagian tanah yang mereka kuasai sudah bersertifikat hak milik (SHM) dari Kantor Pertanahan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Deliserdang. Mereka pun memutuskan akan terus mencari keadilan.

"Seperti yang kita ketahui bersama, bulan depan adalah bulan Agustus di mana di bulan tersebut senantiasa kita peringati hari kemerdekaan bangsa Indonesia. Perlu kita ingatkan bagi para penerus bangsa dan pemimpin bangsa kita saat ini, bahwa dulu pendiri bangsa kita bapak Soekarno pernah berkata: Perjuanganku saat ini berat karena lawan penjajah Belanda, namun akan lebih berat perjuangan kalian anak-anakku karena kalian akan berjuang untuk merdeka melawan penjajahan dari bangsamu sendiri.

Saudara-saudara dan kawan-kawan pemuda, media, mahasiswa, pejabat, aparatur negara, apa yang diucapkan bapak pendiri bangsa kita itu mesti kita pahami betul, bahwa kemerdekaan kita belumlah seutuhnya.

Hari ini kita melihat penjajahan yang dilakukan oleh BUMN (PTPN) terhadap petani di Sumatera Utara dan pada hari ini pula petani Simalingkar A dan Seimencirim membulatkan tekadnya untuk mencari kemerdekaan dan keadilan yang belum mereka dapat," ungkapnya.

Artinya, masalah ini adalah ujian bagi para pemimpin bangsa, siapapun orangnya setelah Presiden Soekarno.

"Ini juga seharusnya menjadi pembuktian besar bagi para pemimpin negeri ini, apakah mereka mampu memerdekakan rakyat dan petaninya dari penjajahan bangsa sendiri. Kami petani Sumut bertekad ikut upacara peringatan Hari Kemerdekaan di istana negara, sekaligus mendeklarasikan kemerdekaan bagi kami dan seluruh petani dari penjajahan dan penindasan yang dilakukan BUMN. Kami petani juga bertekad, 17 Agustus 2020, kami wajib hukumnya merdeka tanpa syarat apapun. Kembalikan tanah dan rumah kami dalam keadaan semula!," tegas Aris.

Adripol A menambahkan "DPC PKB Kabupaten Bengkalis sangat mendukung Aksi Jalan Kaki yang dilakukan oleh kawan-kawan Gerbang Tani dalam dalam rangka menyampaikan aspirasi mereka dengan harapan pemerintah mampu memberikan solusi yang terbaik untuk para petani Simalingkar dan juga petani-petani lainnya di Indonesia.  (Pily*)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update
WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251