-->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Masyarakat tetap berkomitmen bersama - sama untuk menjadikan Bukit marah sebagai objek Wisata

Tuesday, July 28, 2020 | July 28, 2020 WIB Last Updated 2020-07-28T07:32:56Z

PORTALBUANA.COM, PADANG. 28 Juli 2020,Kelanjutan pembenahan objek wisata bukit karan tetap berlanjut, seperti halnya pada saat sekarang ini pembukaan jalan telah sampai pada puncak bukit Karan.

Melihat keseriusan dari para masyarakat dan Pak lurah Rawang Andi Amir.SH Bapak Amril Amin sebagai anggota DPRD kota Padang dalam membuka akses dengan membuat langsung ke bukit Karan sudah terbukti nyata dan sudah bisa dinikmati oleh masyarakat Bukit Karan.

Berikut hasil konfirmasi kami dengan salah satu naras umber Bapak M .Yusuf Sisus Melalui sambungan seluler,  Kami sekeluarga (ayah, Ibu dan saya) pindah ke Bukit Karan ketika usia saya satu tahun. Semula kami tinggal di Parupuak Tabing. 

]saya lahir di Parupuak Tabing, bearti kami pindah ke Bukit Karan sekitar Tahun 1951, kalau dasar tanggal lahir saya seperti yang tertera di Ijazah SR  (sekolah rakyat) Kakek saya bernama Maun Zai dan Nenek Umi Gulo sudah terlebih dahulu menempati Bukit Karan. Melihat prospeknya bagus, tanahnya luas dan subur, maka kakek dan nenek saya mengajak kami pindah ke Bukit Karan. 

Dari analisa ini, maka diperkirakan Kakek Maun Zai sekeluarga sudah pindah ke Bukit Karan sebelum tahun 1950. 

Asal nama Bukit Karan. Ini yang saya tanyakan sendiri dalam hati tiga hari yang lalu. Bagaimana ceritanya? Tentu ada sejarahnya. Terus terang, saya tidak tahu. Kalau Gunung Rasak, boleh jadi berasal dari nama pohon yang banyak tumbuh di atas sana, yaitu ; kayu rasak. 

Saya tahu orang tua saya bersama teman-temannya mengambil kayu di atas sana untuk tonggak rumah panggung yang dibuat ayah.  Kalau Bukik Gado-gado? Apakah di sana orang senang makan gado-gado? Entahlah Kalau Mata Air, boleh jadi di sana banyak Mata Air. Bukik Data?, masih bisa dicari-cari asal muasalnya dikaitkan dengan kondisi dan lain-lain. 

Nah nama Bukit Karan ini, dari mana asalnya? Dari Karang? Sehingga menjadi Bukit Karan, tidak ada batu karang di Bukit Karan. Karang ini biasa dekat dengan tepi laut.

Jadi sampai detik ini saya pun masih belum mendapatkan jawaban yang pasti arti dari Bukit Karan , Bapak M Yusuf Sisus adalah pensiuan BMUN dan sekarang masih tetap mengajar sebagai Dosen, mengakhiri perbincangan dengan tim awak Media Portal Buana.

Marinus Portal Buana

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update
WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251