-->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Narkoba yang Dijual 3 Oknum Penyidik BNN Capai 6,9 Kg Sabu

Sunday, July 26, 2020 | July 26, 2020 WIB Last Updated 2020-07-26T05:51:32Z
( FOTO : ILLUSTRASI)
PORTALBUANA.COM, JAKARTA - Tiga oknum penyidik BNN, yaitu S, AM, dan MH, dihukum masing-masing 14 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) karena menjual berkilo-kilo sabu. Barang haram itu adalah barang bukti hasil tangkapan operasi BNN.
Hal itu tertuang dalam putusan PN Jakut yang dikutip detikcom, Jumat (24/7/2020). Perbuatan ketiganya dilakukan secara berulang sejak 2019. Berikut transaksi di antara komplotan itu:

1. Pada tanggal 27 Mei 2019 membeli shabu 200 (dua ratus) gram.
2. Pada tanggal 14 Juni 2019 membeli shabu 200 (dua ratus) gram.
3. Pada tanggal 25 Juni 2019 membeli shabu 200 (dua ratus) gram.
4. Pada tanggal 18 Juli 2019 membeli shabu 200 (dua ratus) gram.
5. Pada tanggal 26 Juli 2019 membeli shabu 100 (seratus) gram
6. Pada tanggal 31 Juli 2019 membeli shabu 500 (lima ratus) gram
7. Pada tanggal 06 Agustus 2019 membeli shabu 600 (enam ratus) gram
8. Pada tanggal 14 Agustus 2019 membeli shabu 1.000 (seribu) gram
9. Pada tanggal 26 Agustus 2019 membeli shabu 200 (dua ratus) gram
10. Pada tanggal 31 Agustus 2019 membeli shabu seberat 3,7 kg.

Jakarta - Tiga oknum penyidik BNN, yaitu S, AM, dan MH, dihukum masing-masing 14 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) karena menjual berkilo-kilo sabu. Barang haram itu adalah barang bukti hasil tangkapan operasi BNN.
Hal itu tertuang dalam putusan PN Jakut yang dikutip detikcom, Jumat (24/7/2020). Perbuatan ketiganya dilakukan secara berulang sejak 2019. Berikut transaksi di antara komplotan itu:

1. Pada tanggal 27 Mei 2019 membeli shabu 200 (dua ratus) gram.
2. Pada tanggal 14 Juni 2019 membeli shabu 200 (dua ratus) gram.
3. Pada tanggal 25 Juni 2019 membeli shabu 200 (dua ratus) gram.
4. Pada tanggal 18 Juli 2019 membeli shabu 200 (dua ratus) gram.
5. Pada tanggal 26 Juli 2019 membeli shabu 100 (seratus) gram
6. Pada tanggal 31 Juli 2019 membeli shabu 500 (lima ratus) gram
7. Pada tanggal 06 Agustus 2019 membeli shabu 600 (enam ratus) gram
8. Pada tanggal 14 Agustus 2019 membeli shabu 1.000 (seribu) gram
9. Pada tanggal 26 Agustus 2019 membeli shabu 200 (dua ratus) gram
10. Pada tanggal 31 Agustus 2019 membeli shabu seberat 3,7 kg.

Adapun pengakuan S:

1. S di persidangan membantah semua sabu yang dijualbelikan sebagaimana dakwaan jaksa.
2. Terkait transfer uang yang masuk ke rekeningnya, ia menyatakan hak itu terkait pinjam-meminjam.
3. S juga membantah percakapan dirinya dengan MH. Kalimat-kalimat yang ada di chat WhatsApp itu hanya candaan-candaan dan tidak ada keterkaitannya dengan sabu.
4. S mengaku pernah memakai sabu bersama AM dan MH, tapi tidak sering.

"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 14 belas tahun dan denda sebesar Rp 1 miliar dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti pidana penjara selama 6 bulan," ujar majelis yang diketuai Dodong Imam Rusdani dengan anggota Sarwono dan Rianto Adam Pontoh.

Majelis menyatakan perbuatan Terdakwa tidak sejalan dengan program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Apalagi terdakwa merupakan anggota Polri yang ditugaskan di BNN.

"Keadaan yang meringankan terdakwa bersikap sopan, mengakui dan menyesali perbuatannya. Terdakwa berjanji tidak akan mengulangi lagi. Terdakwa mempunyai tanggungan keluarga dan belum pernah dihukum," ujar majelis hakim.

Vonis ini di bawah tuntutan jaksa yang menuntut 14 tahun penjara 
(sumber:detik.com)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update
WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251