WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251 -->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Kunjungan Ketua DPRD Bengkalis Ke DPRD Pelalawan

Upeti Penambangan Emas Tanpa izin di Diduga Stor ke Oknum Ber inisial NNcs

Thursday, July 02, 2020 | July 02, 2020 WIB Last Updated 2020-07-02T06:34:37Z

PORTALBUANA.COM MERANGIN. Menindak lanjuti pemberitaan yang pernah terbit beberapa minggu yang lalu terkait dengan Penambangan Emas Tampa Izin (PETI) yang terdapat di wilayah Kecamatan Pamenang Selatan yang sempat viral dan bahkan sampai sekarang masih 'Viral' di perbincangkan di kalangan Wartawan dan LSM Kabupaten Merangin.

Terkait dengan peberitaan tersebut beberapa Wartawan yang ada di Kabupaten Merangin merasa gerah dengan sikap Nanang Cs yang mengatas nama kan Wartawan Kabupaten Merangin untuk pengamanan para pelaku PETI, agar pemilik dan pekerja merasa nyaman dan terhindar dari razia oleh aparat penegak hukum.

Salah seorang wartawan Merangin, yang pernah masuk kelokasi PETI tersebut mengharapkan adanya reaksi dan aksi dari pihak penegak hukum, agar ada aksi untuk memberantas aktifitas PETI yang terdapat di wilayah Pamemang selatan dan sekitarnya, yang kenyataan nya sampai saat sekarang masih berjalan dengan aman dan nyaman.

"Saya sangat berharap kepada pihak penegak hukum agar dapat memberantas semua aktivitas PETI yang ada di Kabupaten Merangin tanpa tebang pilih, terkhusus wilayah Pamenang Selatan,Merangin umumnya

Menurut Darmawan dan juga salah seorang anggota Peduli Daerah Sendiri (Pedas) Merangin, yang juga pernah masuk ke lokasi PETI yang terdapat di Kecamatan Pamenang Selatan dan sekitarnya, yang terdapat di lima desa diantaranya Desa Tambang Mas (A1), Desa Lantak seribu (A3), Desa Tanjung Benuang (C1), Desa Sei-Kapas (C2), dan Desa Bukit Bungkul (A2), lima lokasi llegal tersebut dididuga di pegang Nanang selaku pengatur upeti untuk pihak tertentu,guna melancarkan aktifitas ilegal 

Satu set mesin dompeng harus membayar upeti sebesar Rp 2.00.000, perminggunya, dan jika tidak mau memberikan setoran diduga kepada Nanang Cs, maka mesin dompeng tersebut akan di raziakan oleh Nanang Cs dengan membawa anggota penegak hukum kelokasi, dengan adanya ancaman dari Nanang CS, maka para pemilik dompeng tersebut mau tidak mau harus menyetor ke Nanang Cs, Sementara mesin Dompeng yang ada di lima Desa tersebut bisa mencapai 40an mesin, dan semua itu di setor ke Nanang Cs.

Jika kita kalkulasikan Rp.200 X 40 X 4 = Rp.32.000.000, dan di kali kan satu tahun 12 bulan maka dapatlah Rp.384.000.000 yang diduga di pungut oleh Nanang Cs, yang menjadi tanda tanya besar uang sebanyak itu di kemanakan oleh Nanang Cs yang telah mengatas namakan wartawan Kabupaten Merangin. "Uang sebanyak itu di kemanakan, wartawan dan LSM yang mana yang menikmatinya," ujar Darmawan emisi ( tim)