-->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Wartawan dan LSM yang tergabung dalam PEDAS akan Melakukan Konsolidasi Internal.

Saturday, July 04, 2020 | July 04, 2020 WIB Last Updated 2020-07-04T08:04:58Z

PORTALBUANA.COM MERANGIN. Wartawan yang tergabung dalam PEDAS,, akan melakukan Konsolidasi internal untuk Menindak lanjuti pemberitaan yang pernah terbit di Media Portal Buana.Com beberapa minggu yang lalu terkait dengan Penambangan Emas Tampa Izin (PETI) yang terdapat di wilayah Kecamatan Pamenang Selatan, sebelumnya permasalahan ini sempat viral dan bahkan sampai sekarang masih 'Viral' di perbincangkan di kalangan Wartawan dan LSM Kabupaten Merangin.

Langkah Wartawan dan LSM yang tergabung dalam kesatuan PEDAS Melakukan Konsolidasi Internal, ini menunjuk kan Bahwa permasalahan ini ditanggapi dengan sangat serius, dibuktikan, Watawan dan LSM dalam Kesatuan PEDAS,, Lansung melakukan Pembenahan ke dalam (internal) dengan menghimpun kan Data-Data yang ada dengan Sumber yang dapat dipercaya, tentunya akan menggiring APH untuk melakukan tindakan Hukum agar Nama baik Wartawan dan LSM yang ada di Merangin tidak dipandang Negatif dimata masyarakat,

Terkait dengan peberitaan tersebut beberapa Wartawan dan LSM yang ada di Kabupaten Merangin khususnya Wartawan dan LSM yang tergabung dalam Kesatuan PEDAS,,merasa gerah dengan sikap ,,N,,Cs yang mengatas nama kan Wartawan Kabupaten Merangin untuk pengamanan para pelaku PETI, agar pemilik dan pekerja merasa nyaman dan terhindar dari razia oleh aparat penegak hukum.

Terkait Permasalahan ini, Kita akan melakukan langkah awal dengan melakukan Pertemuan Internal untuk melakukan Konsolidasi, agar kita nantinya dalam melakukan suatu tindakan tidak keluar dari koridor Hukum yang ada,,ujar Mandri.

Kalau Data Data nya Kuat, ya kita akan dorong APH untuk melakukan tindakan sesuai aturan yang ada,,jelasnya lagi,,

Di tempat yang berbeda, Salah seorang wartawan Merangin, Juga Anggota PEDAS,,DM,, yang pernah masuk kelokasi PETI tersebut mengharapkan adanya reaksi dan aksi dari pihak penegak hukum, agar ada aksi untuk memberantas aktifitas PETI yang terdapat di wilayah Pamemang selatan dan sekitarnya, yang kenyataan nya sampai saat sekarang masih berjalan dengan aman dan nyaman.

"Saya sangat berharap kepada pihak penegak hukum agar dapat memberantas semua aktivitas PETI yang ada di Kabupaten Merangin tampa pandang bulu, terkhusus wilayah Pamenang Selatan," pinta,,DM.

Menurut ,,DM,, lokasi PETI yang terdapat di Kecamatan Pamenang Selatan dan sekitarnya, terdapat di lima desa diantaranya Desa Tambang Mas (A1), Desa Lantak seribu (A3), Desa Tanjung Benuang (C1), Desa Sei-Kapas (C2), dan Desa Bukit Bungkul (A2), lima Desa tersebut di pegang oleh ,N,,Cs, sebagai keamanannya.

Satu set mesin dompeng harus membayar upeti sebesar Rp 200.000, perminggunya, dan jika tidak mau memberikan setoran kepada ,,N,, Cs, maka mesin dompeng tersebut akan di raziakan oleh ,N,,Cs dengan membawa anggota penegak hukum kelokasi, dengan adanya ancaman dari ,N,,CS, maka para pemilik dompeng tersebut mau tidak mau harus menyetor ke ,N,,Cs, Sementara mesin Dompeng yang ada di lima Desa tersebut bisa mencapai 40an mesin, dan semua itu di setor ke ,,N,, Cs.

Jika kita kalkulasikan Rp.200 X 40 X 4 = Rp.32.000.000, dan di kali kan satu tahun 12 bulan maka dapatlah Rp.384.000.000 yang di pungut oleh ,,N,,Cs, yang menjadi tanda tanya besar uang sebabyak itu di kemanakan oleh ,,N,,Cs yang telah mengatas namakan wartawan Kabupaten Merangin.

"Uang sebanyak itu di kemanakan, wartawan dan LSM yang mana yang menikmatinya," ujar Darmawan.(Tim)
×
Berita Terbaru Update
WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251