WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251 -->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Konferensi Pers, Jajaran Polresta Bandar Lampung Ungkap Pelaku Peredaran Uang Palsu

Wednesday, August 26, 2020 | August 26, 2020 WIB Last Updated 2020-08-26T07:55:48Z

PORTALBUANA.COM - LAMPUNG. Jajaran Polresta Bandar Lampung telah  melaksanakan konferensi pers tentang tindak pidana peredaran uang palsu menyerupai uang pecahan Rp.  100.000,- sebanyak 320.000.000 (tiga ratus dua puluh juta) yang dilakukan oleh tersangka MJ (26) warga Desa Handuyang Natar, bertempat di Mako Polresta Bandar Lampung, Senin (24/08/2020).

Kapolresta Bandarlampung Kombes Pol Yan Budi Jaya  didampingi wakapolresta bandar lampung AKBP Ganda M. H. Saragih.

Kapolresta Balam menerangkan awalnya Tim Tekab 308 Polresta Bandar Lampung berhasil menangkap pelaku pembuat dan pengedar uang palsu dikarenakan banyaknya laporan tentang tindak pidana penipuan dengan modus COD (cash on delivery) jual beli handpone dengan menggunakan upal atau uang palsu dan dari rata-rata korban memberikan ciri-ciri yang sama yaitu pelaku menggunakan pakaian  rapih dan mengaku sebagai karyawan salah satu bank.

Berdasarkan informasi tersebut Kapolresta Balam memerintahkan Tim Tekab 308 untuk melakukan penyelidikan terhadap pelaku tersebut dan kemudian berhasil melakukan identifikasi terhadap ciri-ciri dimaksud dan berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka di wilayah Kedaton Bandar Lampung. Dan saat dilakukan penggeledahan pelaku kedapatan membawa uang sejumlah puluhan juta rupiah yang ternyata palsu, sehingga petugas kemudian melakukan penggeledahan dirumah kontrakan tersangka dan didapati lembaran kertas hvs bergambar menyerupai uang kertas seratus ribu rupiah baik yang sudah tepotong maupun yang belum sempat dipotong.

Lebih Lanjut Kasat Reskrim Kompol Resky Maulana Z, mengatakan modus pelaku dengan cara melakukan scan uang asli, bagian depan dan belakang.

Sementara itu, Kepala Tim Uang Rupiah Bank Indonesia (BI) Lampung, Bambang Joko mengatakan, jika dilihat secara sekilas memang uang palsu itu sangat mirip dengan uang asli. 

"Tapi jika dilakukan 3D, dilihat, diraba, diterawang, maka akan langsung ketahuan bahwa ini adalah uang palsu," kata Bambang.

Akibat perbuatannya,  pelaku kini dijerat pasal Penipuan 378 KUHPidana dan juga Pasal 36 Ayat (1), (2) dan (3), UU Nomor 7 Tahun 2011 Tentang mata uang dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update