WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251 -->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan


 

Kunjungan Ketua DPRD Bengkalis Ke DPRD Pelalawan

Diduga Adanya Kongkalikong Pembangunan Portal Parkir di Kota Sungai Penuh

Friday, September 18, 2020 | September 18, 2020 WIB Last Updated 2020-09-18T05:25:03Z

PORTALBUANA.COM - SUNGAI PENUH. Joni Hanafi, sangat disayangkan dan terkesan anggaran sebesar Rp. 1,5 milyar rupiah untuk pembangunan Portal parkir yang tersebar di sembilan titik dalam wilayah kota Sungai Penuh, semenjak diresmikan oleh Wako AJB, pada tahun 2018 lalu, hingga sekarang, Kamis (28/9/2020) portal parkir tak berfungsi.

"Belum layak kota sungai penuh untuk memiliki portal. Sudah jelas jalan kita sempit di tambah lagi dengan portal  yang tidak ada manfaatnya sampai saat ini. Ini kan terkesan dipaksakan pekerjaan tersebut" ungkap Joni, salah satu warga Kota Sungai Penuh yang berdomisili di Kota Jambi, saat dikonfirmasi Portalbuana, Rabu (16/9/2020) lalu.

Berbeda halnya dengan Kota Jambi, mereka memiliki wilayah yang luas dan jalannya pun jauh lebih lebar, sudah sewajarnya Pemkot Jambi untuk membangun portal parkir, "Sedangkan portal milik Pemkot Sungai Penuh, terkesan mubasir dan pemborosan anggaran APBD 1,5 milyar rupiah yang sudah dikucurkan oleh Pemkot untuk pembangunan Portal parkir. Hingga sekarang portal parkir tidak berfungsi dan parahnya lagi macet makin bertambah parah" ungkapnya.

"Ya, kota sungai penuh belum layak untuk memiliki portal parkir, disebabkan akses jalan yang tidak memadai. Patut diduga dalam pembangunannya portal adanya indikasi kongkalikong"

Untuk itu, dirinya meminta kepada aparat penegak hukum agar mengaudit kembali anggaran pembangunan portal parkir di kota sungai penuh, pintanya. 

Kadishub Kota Sungai Penuh Khaidir, saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa saat ini pihaknya masih akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu dengan juru parkir. Karena Dishub belum bisa menerapkan dengan cepat, sebelum dilakukan sosialisasi. "Kita akan lakukan sosialiasi dulu, kita masih akan memanggil merek juru parkir yang ada saat ini. Agar mereka sama-sama ngerti, baru bisa nanti itu dibuka," ujar Khaidir, (dikutip kembali berita gegeronline, edisi tanggal 23 Maret 2018). 

Ditambahkan Haidir, sebelum melaksanakan pembangunan portal, kita sudah melakukan Bimtek terlebih dahulu ke beberapa daerah yang sudah duluan membangun Portal, seperti kota Jambi dan daerahnya. Maka disimpulkan kota sungai penuh layak untuk dibuat portal parkir, tutupnya.

Menurut informasi yang diperoleh dilaoanga, sejumlah fasilitas di dalam portal parkir seperti CCTV, bangku dan tempat pelayanan penjualan karcis sudah tidak layak untuk digunakan, dan juga ada barang lainnya banyak yang hilang. (Dede).

No comments:

Post a Comment