-->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Ibnu Ziady Masuk Daftar DPO Kejari Sungai Penuh

Thursday, September 10, 2020 | September 10, 2020 WIB Last Updated 2020-09-10T14:55:56Z

PORTALBUANA.COM - SUNGAI PENUH. Ibnu Ziady, terpidana kasus Korupsi pembangunan irigasi Sungai Tanduk, Kayu Aro, Kabupaten Kerinci tahun 2016. Masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, sejak 7 September 2020 lalu, selain itu Ibnu Ziady juga dicekal untuk berpergian ke Luar Negri.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sungai Penuh Romy Arizyanto, Selasa (8/92020).

Lanjut Romi, upaya eksekusi dengan mendatangi kediaman Ibnu Ziady, kemudian menyurati agar menyerahkan diri secara baik-baik ke Kejari namun tidak digubris, ujarnya.

“Sejak Senin 7 September 2020, kita sudah menetapkan Ibnu Ziady sebagai DPO, hal ini dilakukan karena ada upaya perlawanan dari terpidana saat akan dieksekusi"

Selain itu, Romy juga mengaskan bahwa, Petugas Kejaksaan Negeri Sungai Penuh telah tiga kali mendatangi rumah terpidana, namun tidak berhasil mengeksekusi. Bahkan surat pemanggilan juga sudah dilayangkan agar menyerahkan diri namun tidak juga membuahkan hasil.

"Saat ini kita tidak mengetahui keberadaan terpidana, dan terakhir terpidana tidak kooperatif serta tidak berniat untuk menyerahkan diri. Karena ada sedikit perlawanan untuk menghalangi proses eksekusi maka ditetapkan sebagai DPO,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, bagi masyarakat yang mengetahui keberadaan Ibnu Ziady agar dapat melaporkan ke Kejaksaan Negeri Sungai Penuh untuk ditangkap. “Selain telah ditetapkan sebagai DPO, Ibnu Ziady juga telah di cekal pergi keluar negeri dan kami punya keyakinan terpidana masih berada di wilayah Indonesia,” tambahnya

Disinggung soal laporan istri terpidana yang melaporkan dua orang Jaksa ke Polda Jambi, Romy mengatakan bahwa hal itu merupakan bentuk perlawanan terpidana karena tidak mau dieksekusi.

“Ketika eksekusi kemarin, Jaksa kami melaksanakan tugas dan membawa surat perintah, surat tugas dari Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, serta juga membawa surat putusan Mahkamah Agung. Kami berpendapat bahwa petugas Kejaksaan Negeri Sungai Penuh sedang melaksanakan perintah undang-undang mengeksekusi terpidana, sesuai dengan ketentuan bahwa penegak hukum dalam melaksanakan tugasnya tidak dapat dipidana,” tutupnya. (Dede)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update
WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251