WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251 -->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Kunjungan Ketua DPRD Bengkalis Ke DPRD Pelalawan

Pokja Covid-19 di Pilkada Dibentuk, Cegah Arak-arakan Paslon

Friday, September 18, 2020 | September 18, 2020 WIB Last Updated 2020-09-18T02:24:40Z

PORTALBUANA.COM - JAKARTA. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyebut pelanggaran protokol kesehatan pencegahan Covid-19 pada tahapan Pilkada 2020 akan diminimalisasi lewat pembentukan kelompok kerja (pokja). Pokja ini terdiri dari beberapa penyelenggara pemilu, penegak hukum, tentara, hingga Satgas Covid-19.

"Terbentuk Pokja penanganan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 pada tahapan Pilkada 2020 ini. Dan yang diberi amanat adalah Bawaslu untuk menjadi ketua," kata Ketua Bawaslu Abhan dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (17/9).

Abhan menyebut Pokja iyang hadir di 34 provinsi ini juga beranggotakan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Kemendagri, TNI, Polri, Kejaksaan, dan Satgas Penanganan Covid-19.

Menurutnya, langkah anyar ini dipilih sebagai upaya antisipasi dalam agenda tahapan Pilkada penetapan paslon pada tanggal (23/9), serta pengundian nomor urut paslon pada tanggal (24/9).

Pihaknya pun tak ingin aksi konvoi dan arak-arakan yang sempat terjadi pada saat pendaftaran paslon pada tanggal 4-6 September lalu itu terulang kembali. Oleh sebab itu, penindakan dan sanksi tegas di lapangan bakal dikawal langsung oleh pihak kepolisian.

"Kepolisian akan melakukan tindakan tegas kepada pelanggaran protokol kesehatan covid-19 sesuai tingkatan SOP yang sudah ditetapkan oleh Polri," kata Abhan.

Ia pun akan melibatkan beberapa perwakilan dari partai politik (parpol) hingga tim kampanye paslon dalam Pokja, guna memberikan efektivitas dalam penyampaian informasi dan ketaatan dalam mematuhi protokol Covid-19.

Selain itu, pihaknya juga bakal memberikan sosialisasi secara massal kepada para paslon Pilkada 2020.

"Nantinya kami meminta adanya pakta integritas bagi paslon yang akan ditetapkan pada tanggal 23 September, untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19, dan tidak melakukan pengumpulan massa pada kegiatan-kegiatan tahapan berikutnya," imbuhnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin meminta seluruh paslon tidak menggelar konser musik dalam rangka kampanye serta mencari strategi baru dalam menarik dukungan di tengah pandemi Covid-19.

"Saya berharap pasangan calon kepala daerah yang maju dapat memberikan arahan kepada tim sukses untuk dapat mencari strategi baru pemenangan di masa pandemi Covid-19 dengan tidak mengadakan konser musik untuk mencegah penyebaran Covid-19 dan menjaga keselamatan masyarakat" kata dia, dalam keterangannya, Kamis (17/9).

Menurut Azis, penyelenggaraan konser musik atau acara yang mengumpulkan banyak orang dalam satu lokasi sangat berbahaya mengingat banyak masyarakat yang terpapar Covid-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG).

"Saat ini banyak kriteria masyarakat yang terkena Covid-19 tanpa gejala. Tentunya, tidak dapat dijamin ketika terjadi konser musik dan berkerumun di tengah lapang atau di dalam ruang tertutup seperti gelanggang olahraga atau aula yang menyebabkan masyarakat terpapar," ujarnya.

Sebelumnya, KPU memberi izin para kandidat calon kepala daerah yang berlaga di Pilkada Serentak 2020 untuk menggelar konser musik dalam rangka kampanye di tengah pandemi virus corona.

Keputusan tersebut diatur dalam pasal 63 ayat (1) Peraturan KPU (PKPU) Nomor 10 Tahun 2020 tentang Pilkada di Tengah Bencana Nonalam Virus Corona, yang ditandatangani oleh Ketua KPU Arief Budiman pada 31 Agustus 2020.

Komisioner KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi mengonfirmasi hal tersebut. Ia menegaskan aturan terkait penyelenggaraan konser itu sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pilkada. PKPU, kata dia, sekadar mengikuti aturan tersebut.

"Bentuk-bentuk kampanye juga sudah diatur di situ, tentu KPU tidak bisa mengubah dan meniadakannya," ujar Dewa, Selasa (15/9). (Dede)


Sumber: cnnindinesia.con

No comments:

Post a Comment