-->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Guru SD 025/XI Desa Gedang Usir Wartawan Saat Konfirmasi Pembelian LKS

Saturday, October 03, 2020 | October 03, 2020 WIB Last Updated 2020-10-03T04:53:27Z


PORTALBUANA.COM - SUNGAI PENUH. Pandemi covid - 19 masih belum berakhir. Aktifitas belajar dan mengajar siswa siswa saat ini masih secara daring ( online).  Namun di saat proses belajar mengajar dengan cara daring tersebut masih ada pungutan dilakukan dalam bentuk pembelian LKS di SD 025/XI desa gedang kota sungai penuh


Parahnya lagi disaat salah seorang rekan wartawan dari media viraljambi.com akan mengkonfirmasi kepala sekolah terkait pungutan pembelian LKS yang telah melanggar Permendikbud No 75 tahun 2016 wartawan tersebut di usir mentah mentah oleh salah seorang majelis guru.


Wo elpi wartawan viraljambi.com korban pengusiran dari salah seorang majelis guru kepada media ini mengatakan. " setelah saya mendapatkan informasi dari beberapa sumber yang mengatakan SD 025/XI desa gedang mewajibkan siswa untuk membeli LKS sebesar Rp 85.000. Sebanyak 8 lembar LKS dengan sangsi kalau tidak di beli siswa tidak dibenarkan mengikuti pelajaran. 


Hal ini saya langsung menyambangi SD tersebut. Secara kebetulan saya melihat guru guru tengah melakukan penyerahan LKS ke siswa yang membelinya. Saya pun langsung tanyakan ke salah seorang majelis guru keberadaan kepala sekolah untuk konfirmasi. Guru tersebut mengatakan kepala sekolah tidak ada. 


Saya pun langsung konfirmasi keguru tersebut terkait pembelian LKS yang di wajibkan ke siswa. Namun merasa terpojok oknum guru tersebut mengusir saya dengan lantang mengatakan ini rumah saya anda harus minta izin silahkan anda keluar ucap salah seorang  oknum guru dengan kasar. 


Atas ucapan oknum guru ini yang telah mengusir saya perbuatan yang dilakukan guru tersebut telah melanggar UU pers no 40 tahun 1999. Hal ini saya tidak akan tinggal diam. Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Ucap wo elpi. 


Di lain tempat Firman selaku ketua DPD Ormas Bidik provinsi Jambi menyebutkan. " pengusiran wartawan yang dilakukan salah seorang oknum majelis guru SD 25/XI desa gedang terhadap salah seorang wartawan  telah melanggar UU pers no 40 tahun 1999. Begitu juga terkait penjualan LKS ini merupakan pungli yang telah melanggar permendikbud no 75 tahun 2016. ucap firman


Lebih lanjut firman mengatakan " adanya pengusiran wartawan yang dilakukan oknum majelis guru yang telah melanggar UU pers no 40 tahun 1999 saya selaku kontrol sosial meminta kepala dinas pendidikan kota sungai penuh untuk menindak oknum  guru tersebut dan memberi sangsi. Agar ada efek jera juga tidak ada lagi perbuatan serupa terulang yang dengan semena mena melakukan pengusiran terhadap wartawan 


Begitu juga pungutan dalam bentuk pembelian LKS seharga Rp 85.000 yang telah melanggar permendikbud no 75 tahun 2016 saya meminta kadis memanggil kepala sekolah SD tersebut agar jangan ada lagi pungutan dilingkungan pendidikan. " Pungkas firman. 


Terkait pengusiran wartawan dan pembelian LKS awak media ini langsung mendatangi sekolah tersebut untuk konfirmasi. Namun guru yang bersangkutan tidak berada di tempat( Tim) 


No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update
WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251