WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251 -->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Hendra: Masyarakat Kota Sungai Penuh Ingin Perubahan "Muak dengan Janji-janji"

Wednesday, October 28, 2020 | October 28, 2020 WIB Last Updated 2020-10-28T13:02:53Z


PORTALBUANA.COM - SUNGAI PENUH. Masyarakat Kota Sungai Penuh siap memperjuangkan Drs. Ahmadi Zubir dan Dr. Alvia Santoni (AZAS) untuk memimpin Kota Sungai Penuh periode yang akan datang. Dikarenakan, kedua figur tersebut dianggap mampu dan mempunyai konsep yang jelas, baik dibidang ekonomi, pembanggunan, pendidikan dan permasalahan sampah saat ini sudah sangat meresahkan para pedagang di pasar tanjung Bajure maupun warga setempat.


Dan juga masyarakat Kota Sungai Penuh sudah jenuh dengan janji-janji yang hingga kini belum terealisasi. Padahal masa jabatan Wali Kota AJB tinggal hitungan bulan. Namun, permasalahan yang ada hingga kini tak kunjung selesai.


"Masyarakat sudah muak dengan janji-janji. Janji saat ini aja belum terwujud, ini datang lagi janji yang baru" ujar Hendra, warga kota sungai penuh, ketika ditemui Portalbuana Selasa (27/10/2020).


Ditambahkannya, kami masyarakat kecil ingin adanya perubahan di kota sungai penuh dan juga menolak pemimpin Dinasti, "Kalau Ahmadi-Antos sudah memiliki konsep yang nyata, jika AZAS terpilih menjadi walikota dan wakil walikota. Konsep yang dibawa AZAS saat ini adalah konsep yang diinginkan oleh masyarakat" tambahnya.


"Ya, masyarakat Kota Sungai Penuh siap memperjuangkan Drs. Ahmadi Zubir dan Dr. Alvia Santoni,SE. MM. Menjadi walikota dan wakil walikota terpilih. Kita masyarakat kecil (awam) ingin adanya perubahan di kota sungai penuh"


Ditempat terpisah, salah seorang pedagang di Pasar Tanjung Bajure Yanto, ketika dikonfirmasi Portalbuana Minggu (26/10/2020) mengeluhkan bau yang tidak sedap berasal dari tumpukan sampah. Selain itu, Dewi, ibuk rumah tangga (IRT) yang selalu berbelanja di pasar tanjung bajure juga mengeluhkan kondisi pasar tanjung bajure sudah seperti kubangan kerbau, ujar Dewi.


"Setiap pulang dari pasar tanjung bajure, kondisi pakaian maupun kaki sudah penuh dengan tanah"


Selain itu, Yanto menambahkan, apalagi saat musim hujan, pasar tanjung bajure sudah seperti kubangan kerbau. Bukan hanya itu saja, tumpukan sampah pun sangat meresahkan para pedagang dan para pembeli.


"Seharusnya pemerintah kota sungai penuh juga memperhatikan kondisi kami (pedagang) juga membutuhkan tempat yang layak dan kami juga memerlukan perlindungan kesehatan" ucap Yanto.


Pantauan Portalbuana dilapangan, tumpukan sampah' di pintu masuk terminal angdes sudah menjadi keluhan pedagang, warga setempat maupun pengguna jalan lainnya. Parahnya lagi, saat ini kondisi pasar tanjung bajure sudah seperti kubangan kerbau. (Dede)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update