WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251 -->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

GALLERY FOTO


Miris!! Oknum Perangkat Desa Sungai Galampeh Diduga Potong Dana PKH

Wednesday, October 28, 2020 | October 28, 2020 WIB Last Updated 2020-10-28T14:32:11Z


PORTALBUANA.COM - KERINCI. Terkait pengaduan masyarakat kepada Salah seorang  LSM-BIDIKRI tentang pungli PKH di Desa Sei Gelempeh warga merasa dirugikan oleh oknum yang berinisial KSM selaku perangkat Desa, pungutan liar (Pungli) penerima Program Keluarga Harapan (PKH) korban pemotongan uang sebesar Rp. 200.000 per KK sebelum pengambilan uang PKH. Sangat miris dan ini tidak bisa dibiarkan kita akan laporkan ke pihak hukum atas hal ini.


Hukuman pidana bagi pelaku pungli bisa dijerat dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Pidana Korupsi, khususnya Pasal 12E dengan ancaman hukuman penjara minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun.


Hal itu terjadi oleh Oknum perangkat Desa Sei Gelempeh Kec. Gunung Kerinci, yang berinisial KSM mengumpulkan warga di Kantor Desa untuk diberikan pengarahan intimidasi agar warga bersedia memberi uang Rp. 200.000 sebelum pencairan PKH. 


Bila tidak membayar uang yang diminta oknum Desa tersebut maka warga tidak akan memdapatkan lagi PKH nya ucap (KSM) yang diperagakan oleh warga, bisa- bisa akan dikeluarkan dari PKH tutur Warga yang tak mau namanya disebutkan dalam media ini.


Jumlah yang terkena pungutan liar (Pungli), oleh oknum perangkat Desa Sei Gelempeh yang berinisial KSM, lebih kurang sebanyak 68 warga hal ini memang sedikit tapi perbuatan kejahatannya sudah melanggar hak orang miskin.


Bukannya mengutamakan kepentingan rakyat kecil untuk meringankan beban warga yang terdampak pandemi covid 19, malah oknum perangkat Desa Sei Gelempah melakukan pungli Rp. 200.000. untuk biaya Adm pengurusannya yang mendapat PKH, warga tidak menerima sebesar Rp. 600.000 lagi disebabkan sudah membayar didepan Rp. 200.000.


Ketua LSM-BIDIK Ri Prov. Jambi Tunggal Wijaya bersama timnya, saat memberikan keterangan persnya (21/10/20) mengatakan, kami sudah melakukan investigasi dan klarifikasi kepada warga dan pihak – pihak terkait atas pungli PKH tersebut.


Sambung Tunggal, kepada Dk.com Setelah ditangani oleh LSM-BIDIK RI kasus pungli ini, oknum perangkat Desa Sei Gelempeh (Kasmi) merasa kebakaran jenggot. Dan mendatangi rumah Ketua LSM-BIDIK Ri Prov. Jambi


Tepat pada hari selasa sekira pukul 03.12. wib oknum pegawai Desa Sei Gelempeh Kec. Gunung Kerinci Kab. Kerinci Prov. Jambi bersama rekannya sejumlah empat orang, dengan mengendarai dua mobil ada yang mengaku dari KPK yang sudah lama bekerja, mau tau dengan saya (Oknum KPK gadungan ) yang ditirukan oleh Tunggal tanya aja kepolres sambil pergi meninggalkan kediaman Tunggal.


Mereka kata Tunggal, kepada awak media ini, meminta untuk berdamai dalam kasus pungli PKH, kalau tidak mau berdamai silahkan lanjutkan ke Polisi dan Pengadilan nanti saya yang mendampingi tiru Tunggal.


Sambil Berlalu oknum perangkat Desa Sei Gelempeh dan bersama rekannya, meninggalkan rumah Ketua LSM-BIDIK Ri Prov. Jambi (Tunggal Wijaya), mereka ngotot memaksa untuk menerima amplop yang berisikan uang sebesar Rp. 500.000. yang disaksikan oleh saudara perempuan saya sebut Tunggal.


Bahkan ada komunikasi yang berlanjut kata Tunggal, lewat whassapp dengan Sekdes Sei Gelempeh yang mengatakan kemarin itu kerumah Bapak (Tunggal-red) ada juga intel Polisi terang tunggal.


Pada hari yang berbeda awak media mengkomfrimasi (15/10/20) oknum perangkat Desa Sei Gelempeh Kasmi via telp.nya dan Whssapp terkait Pungli PKH ia mengatakan Maaf”…tolong kayo tanyokan dg pk kades dan pak sekdes yg menjabat pado waktu itu,.. sambil memblokir whassap wartawan.


Dari hasil wawancara maka hal ini kita akan lanjutkan kata Tunggal keranah hukum karena kita mempunyai bukti-bukti tentang hal tersebut dan juga melalui via Whatssap saat dikomfirmasi Awak Media PortalBuana.Com.


Ini tidak bisa dibiarkan jika terbukti maka biarlah pihak hukum yang bicara pungkas Tunggal dari Lsm Bidik RI.( iwan e) 

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update