-->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Pengerjaan WC SD 42/III Desa Sungai Lebuh Di Duga Tidak tepat Sasaran.

Saturday, October 10, 2020 | October 10, 2020 WIB Last Updated 2020-10-10T07:45:52Z



PORTALBUANA.COM - KERINCI. Pengerjaan WC sekolah Di SD 42/III desa sungai lebuh kecamatan Siulak kabupaten Kerinci tidak tepat sasaran. Pasalnya di papan informasi jelas tertulis pengerjaan dua ruang kelas bukan diperuntukan pengerjaan WC. 

Pengerjaan WC ini jelas telah menyalahi aturan tidak sesuai dengan apa yang tertulis papan informasi pengerjaan. terlihat pada saat pengerjaan bangunan  tersebut yang sudah lebih dari puluh hari dikerjakan namun dilihat Dari Papan informasi yang diperuntukan untuk pengerjaan Dua Ruang Kelas pada nama kegiatan tersebut,

Iwan efendi dari DPD Ormas Bidik provinsi Jambi mengatakan "pengerjaan WC ini jelas tidak sesuai dengan juknis kegiatan dapat dilihat dari apa yang tertulis dipapan informasi kegiatan dituliskan pengerjaan 2 ruang kelas masa kerja selama 150 hari. 

Namun Aneh nya pada papan Merek tertulis 150 Hari kalennder tersebut seperti membangun sebuh Hotel Mewah. Lebih parahnya lagi proyek tersebut dikerjakan terkesan semaunya saja alias asal jadi. Didalam aturan DAK, menurut Peraturan Presiden Nomor 141 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Dana Alokasi Khusus Fisik, merupakan dana yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kepada daerah tertentu 

Dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus fisik yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional,Namun Seperti terlihat di lapangan, diduga 2 sisi pondasi tidak di gali, dan slof atas pondasi tidak pakai besi, juga pemasangan besi tidak di tanam atau di sambung.

Kemudian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci menginstruksikan kepala sekolah dan komite sekolah untuk melaksanakan pembangunan sesuai juklak dan juknis Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut.

Pengerjaan ini Sudah jelas jelas sistim Swakelola harus melibatkan majelis guru, komite sekolah, masyarakat setempat untuk pekerja dengan cara membentuk panitia tim pelaksana

Pengerjaan ini dari informasi tidak membentuk panitia semua dkelola kepsek sendiri dari ketua tim pelaksana. ini kuat dugaan kepsek ingin mencari keuntungan besar sehingga tidak transparan dalam mengerjakan proyek DAK.

Hal ini terjadi karena di duga, ada kongkalingkong antara kepala sekolah dengan oknum dinas pendidikan,  atau juga kurang pengawasan dari pihak dinas maka pekerjaan wc tersebut di buat sekendak hati nya saja oleh kepala sekolah Agusli. Dinas berhak membatalkan bila tidak sesuai dengan juknis dalam pengerjaan tersebut.ungkap iwan

Selanjutnya iwan menambahkan " pengerjaan proyek DAK ini tidak bisa di biarkan. Pengerjaan WC ini menggunakan uang Negara bukan Pribadi. Semua berhak Tau dan Mutu sebuah pekerjaan harus di utamakan apalagi sudah seperti ini.

Dinas pendidikan kabupaten Kerinci hendak nya cepat menyikapi biar tidak di kerjakan diluar juknis. Kalau memang ada inidikasi Kerugian negara setelah kita hitung nanti kita akan tindak lanjut ke pahak Hukam,papar Iwan,akitivis.(fc)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update
WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251