WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251 -->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Ada Apa 2 Kali Penolakan Di Koto Baru Fikar - Yos Masih Ngotot Untuk Datang.

Friday, November 13, 2020 | November 13, 2020 WIB Last Updated 2020-11-13T04:37:29Z


PORTALBUANA.COM - SUNGAI PENUH. Akhir-akhir ini publik Sungaipenuh heboh dengan berita penolakan terhadap paslon Cawako-Cawawako Sungaipenuh nomor urut 2 (dua) Fikar-Yos. Dalam sepekan terakhir saja penolakan terhadap Fikar-Yos diketahui terjadi di Koto Lebu, Karya Bakti, Koto Lolo, Koto Bento dan terakhir Koto Baru. 


Walau sebenarnya informasi penolakan  telah tersebar luas di media sosial. Namun hal ini sepertinya tidak menyurutkan niat Fikar-Yos bersama sejumlah massa yang diduga kuat diboyong dari luar tetap hadir di tempat yang jelas-jelas terdapat penolakan atas kehadirannya. 


Walau harus diakui memang ada tim Fikar-Yos yang menunggu kehadiran mereka dan izin (STTP) sudah dikantongi. Namun warga yang tidak menginginkan kehadirannya tersebut tetap harus dijadikan pertimbangan penting. 


Sebut saja kejadian di Koto Bento, dengan taktik dan strategi ala "kucing-kucingan" Fikar Azami yang juga anak kandung Asafri Jaya Bakri (AJB) Walikota Sungaipenuh saat ini,  sukses kelabui ratusan massa yang menghadangnya di Koto Lolo. 


Pasalnya dia memasuki Desa Koto Bento melalui jalur Rawang, sementara massa terfokus menghadang di Desa Koto Lolo yang ternyata hanya Yos Adrino dan sekelompok tim FIYOS yang sudah ada disana. Namun karena aksinya cepat diketahui, akhirnya dia kembali mendapatkan pengusiran dari warga yang tidak menginginkan kehadirannya tersebut.


Terakhir, Kehadiran FIYOS  di Koto Baru kembali dapatkan penolakan dari warga. Dalam video yang sudah viral, terbidik kamera terdapat banyak massa yang diduga kuat bukan masyarakat setempat turut andil dalam upaya menerobos barisan pertahanan yang dijaga oleh warga. 


Akibatnya, aparat yang bersiaga di TKP memberikan peringatan dengan memuntahkan peluru ke udara. 


Atas kejadian tersebut terciptalah kekacauan. Aksi saling lempar pun tidak bisa terelakkan lagi.  Kondisi ini diperparah lagi dengan jatuhnya korban cedara dan luka akibat terkena lemparan batu dalam aksi tidak terpuji tersebut. 



"kenapa mereka tidak menunda kehadirannya disaat mendapatkan penghadangan? ada apa sebenarnya? Apakah ini bagian dari strategi, taktik ataupun intrik? Entahlah Saya tidak mengerti dengan pola fikir mereka. Berulang kali ditolak namun tetap menyengajakan hadir. Malahan mereka lakukan upaya penerobosan lagi", kata NS yang merupakan warga Kota Sungaipenuh. 



Selanjutnya, dengan penuh keheranan warga Sungaipenuh yang menyayangkan kejadian tersebut  ikut angkat bicara "calon pemimpin hendaknya bisa mengambil tindakan yang lebih mengutamakan keamanan dan keselamatan masyarakat. Bukannya tetap hadir ditempat yang sudah diprediksi akan terjadi bentrokan tersebut. Apa maksud dan maunya? Strategi apa yang dimainkan? Apa yang dimau? Untuk apa? lambat cepat pasti akan terjawab", ujar warga yang enggan namanya disebutkan.


Perlu disampaikan kembali, kasus penolakan juga pernah didapatkan Ahmadi-Antos, tepatnya di Tanah Kampung. Namun Ahmadi-Antos yang juga berlatar belakang sebagai akademisi ini menunda kehadirannya disana dengan alasan menghindari benturan antar sesama masyarakat. 


Tidak ketinggalan, saat itu Ahmadi-Antos juga menghubungi relawan dan militan AZAS yang sudah lama menyiapkan kehadiran AZAS  di Tanah Kampung untuk tetap sabar, menahan diri dan jangan sampai terprovokasi.(tim) 

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update