WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251 -->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

GALLERY FOTO


Era Hamas Ukir Sejarah Buruk, Kinerja Ekonomi Bungo Terendah di Provinsi Jambi

Tuesday, November 17, 2020 | November 17, 2020 WIB Last Updated 2020-11-17T05:47:36Z


PORTALBUANA.COM - BUNGO. Kinerja ekonomi Kabupaten Bungo di era H. Mashuri dan Safrudin Dwi Apriyanto (Hamas-Apri) terpuruk. Bahkan di tahun 2019 kinerja Ekonomi Kabupaten Bungo menempati urutan ke-11 atau terendah di Provinsi Jambi. Kondisi ini berbanding terbalik penilaian terhadap Kabupaten Bungo yang selama ini dianggap Kabupaten paling pesat kemajuannya di Provinsi Jambi.


Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS), Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Bungo Tanpa Migas tahun 2017 sebesar 5,68 persen, 2018 sebesar 4,71 persen dan tahun 2019 semakin merosot mentok diangka 4,34 persen.


Menanggapi hal ini, Pemerhati Ekonomi Muhammad Asman mengatakan, mesti ada upaya keras dari pemerintah Kabupaten Bungo. 


"Ini PR besar, harus ada langkah-langkah jitu dari Pemerintah Kabupaten Bungo. Terutama ditengah kondisi ekonomi global yang masih menghadapi tekanan saat ini," tutur kandidat Doktor ekonomi tersebut.


Salah satu upaya yang harus dilakukan pemerintah Kabupaten Bungo adalah strategi investasi untuk optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam rangka meningkatkan kinerja daerah dan kesejahteraan masyarakat.


"Di Bungo yang jadi masalah optimalisasi PAD yang belum maksimal, retribusi pajak daerah belum optimal. Salah satu upaya yang harus dilakukan Pemda Bungo harus investasi. Ada yang fobia jika ada investasi dari luar. Jangan, jangan berfikir karena investor bukan orang kita sehingga tidak mau. Karena semakin banyak dan tinggi nilai investasi, kian besar pula dampak dan manfaat yang dipetik, seperti menyerap tenaga kerja, optimalisasi sumberdaya alam, serta yang paling utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bungo," terang Asman. 


Dijelaskannya, pendapatan daerah terbagi dalam tiga sumber, yaitu pendapatan asli daerah, dana perimbangan dan lain-lain pendapatan yang sah. Pemda Bungo harus terus berupaya dalam meningkatkan pendapatan asli daerah yang terdiri dari pajak daerah dan retribusi daerah. Di mana sektor ini merupakan salah satu penyumbang cukup besar bagi pendapatan daerah selama ini.


Menurut Asman, dengan adanya optimalisasi PAD, maka pemerintah juga akan lebih optimal dalam menjalankan program dibidang peningkatan ekonomi masyarakat.


"Memberikan bantuan kepada masyarakat dibarengi edukasi secara masif bagaimana mengelola bantuan yang diterima, masyarakat harus diberdayakan, pemerintah harus hadir sampai ke lini paling bawah," tambah Asman.


Menurutnya, banyak sumber-sumber yang bisa di gali untuk meningkatkan PAD. Pemerintah daerah perlu membangun komitmen bersama dengan para wajib pajak yang muaranya yaitu terjadinya peningkatan pendapatan daerah dalam mendukung roda pembangunan. 


"Harus ada langkah yang diambil, untuk mencari solusi dan kebijakan terbaik dengan para wajib pajak. Karena saat ini masih banyak potensi dan sumber pendapatan yang masih perlu di gali lagi," pungkas Asman. (T5)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update