WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251 -->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Ini Kata Kades Desa Ranah Sungai Tentang BUMDes Desanya

Saturday, November 21, 2020 | November 21, 2020 WIB Last Updated 2020-11-21T14:36:17Z


PORTALBUANA.COM. KAMPAR. Kepala desa (Kades) Ranah Sungkai Kecamatan Xlll Koto Kampar Kabupaten Kampar,Provinsi Riau.ADY YANTO,A.Md mengatakan BUMDesnya tiga tahun berturut turut Vakum dan tidak ada disalurkan baik di kelola oleh managernya hingga sekarang bantuan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) selama tiga tahun Vakum. Pernyataan itu disampaikan Kades ADY YANTO,A.Md agar jangan simpang siur Infotmasinya tandasnya kepada Wartawan Selasa 10/11/2020 dikediamannya.


Seperti yang diutarakan Kades Ranah Sungkai ADY YANTO,A.Md mengenai BUMDes di bidang toko bangunan tapi tidak jalan yang di jalankan oleh Dirut yang masih anak muda. dan usaha milik desa BUMDes kami saat ini Vakum alias tidak jalan dan yang jalan anggaran 20 juta brelink BRI tetapi untung dari itu belum ada pemeriksaan,jadi kita menilai karena anak muda maju ternyata Vakum juga,”ungkapnya


Padahal kami (Pemdes), memanggil untuk mengklarifikasi sampai sejauh mana permasalahannya. Sebenarnya masyarakat pun banyak yang menanyakan permasalahan ini, tapi kami tidak bisa menjelaskan lebih jauh,” terangnya  kepada wartawan


Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Ranah Sungkai Seharusnya bertindak sebagai badan usaha yang berpihak kepada kepentingan masyarakat melalui kontribusinya dalam penyediaan pelayanan sosial atau kebutuhan masyarakat. sebagai lembaga komersial yang bertujuan mencari keuntungan melalui penawaran sumber daya lokal (barang dan jasa) ke pasar dalam menjalankan usahanya,


Setiap desa diwajibkan memiliki BUMDeS agar ke depannya desa dapat secara mandiri memiliki penghasilan rutin tanpa harus terlalu berharap dari Alokasi Dana Desa. Berdirinya Badan Usaha Milik Desa dilandasi oleh Pasal 213 ayat (1) Undang-Undang (UU) No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang menyebutkan bahwa “Desa dapat mendirikan badan usaha milik desa sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa” dan juga tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 71 Tahun 2005 tentang Desa.


Dalam Undang Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa telah dijelaskan tujuan didirikannya BUMDES. Kesimpulan dari beberapa poin yang tercantum pada undang-undang tersebut tidak lain dan tidak bukan untuk menyejahterakan masyarakat desa.


Ada dugaan bahwa Dana Bundes Desa Ranah Sungkai Kecamatan  X III Koto Kampar sudah tidak ada lagi alias sudah habis di buat oleh Pengurus Bundes dan Kepala Desa Ranah Sungkai.


Masyarakat meminta pihak Kejaksaan memanggil Kepala Desa Ranah Sungkai untuk Dimintai keterangan Kemana disalurkan Dana Bundes tersebut, dan Dana Desa  (DD),dan Dana surat pemecahan lahan 30× 20 M. Dengan harga Rp.1,500.000./Surat SKT kurang lebih 300 buah surat Agar masyarakat tidak tertipu dan bertanya tanya dalam hati terhadap penegak hukum yang nota Bene Kejari Kampar di mohon sesegera mungkin untuk memanggil Kepala Desa Ranah Sungkai (Tim)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update