WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251 -->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Penundaan Kampanye Di Tanah Kampung, AZAS Sukses Kalahkan Egoisme Dinilai Sebagai Figur Yang Matang

Sunday, November 01, 2020 | November 01, 2020 WIB Last Updated 2020-11-01T08:25:33Z


PORTALBUANA.COM - SUNGAI PENUH. Pasca ditundanya kegiatan kampanye Ahmadi-Antos di Tanah Kampung yang disebabkan karena adanya penolakan dari segelintir warga 30/10/2020. Paslon Walikota dan Wakil Walikota Sungaipenuh nomor urut 1 (satu) ini dapatkan apresiasi positif dari masyarakat. Pasalnya penundaan tersebut dipandang sebagai tindakan yang menunjukkan bukti Cinta AZAS kepada rakyat. 


"Benar kami sudah menunggu dan sudah mempersiapkan kedatangan AZAS di Tanah Kampung. Lalu kami dihubungi pak Antos dan Pak Ahmadi, bliau menyampaikan salam untuk masyarakat Tanah Kampung dan dengan mempertimbangkan berbagai hal bliau menunda kunjungan ke tempat kami. Beliau tidak mau ada gesekan", ujar Yogi Mandala yang merupakan salah satu relawan AZAS Tanah Kampung.


Selanjutnya Anggi Kurniawan yang merupakan salah satu pemuda Sungaipenuh menyatakan keputusan yang diambil oleh Ahmadi-Antos untuk menunda kampanye  di Tanah Kampung dinilai sebagai langkah yang bijak dan tepat. 


"Salut untuk Paslon 01. Jiwa akademisi Ahmadi-Antos muncul saat dirinya menunda kampanye di Tanah Kampung yang disebabkan karena adanya penolakan dari sejumlah warga.  Ini adalah langkah yang bijak dan tepat untuk menghindari benturan antar sesama masyarakat", ungkapnya, Minggu (1/11/20).


Berikutnya Hazmin, SIP yang merupakan sarjana politik, mengatakan bahwa Ahmadi-Antos adalah figur yang matang. Mereka tidak mengedepankan egois dan ambisi dalam menyikapi persoalan ini. Jika dipaksakan hadir, konsekuensinya akan berpotensi terjadi gesekan. Dengan menunda kunjungan tersebut terbukti Ahmadi-Antos lebih memikirkan kepentingan rakyat ketimbang ego dan ambisi pribadi. 


"Egois dan Ambius boleh saja. Tapi jangan sampai karena ambisi dan egois masyarakat jadi berbenturan. Itu keliru. Saya melihat Ahmadi-Antos bijak dalam menyikapi ini. Mereka matang dalam sisi kepemimpinan sehingga keamanan dan kenyamanan masyarakat adalah prioritas", ungkapnya, red. 


Penutup, Alvia Santoni yang juga merupakan Doktor lulusan UPI YAI ini mengaku dirinya banyak menerima pesan, baik itu di WA, SMS maupun via telepon yang pada intinya memuji langkah yang ditempuh Ahmadi-Antos.


"Ya banyak yang menyatakan simpati dan apresiasi atas langkah yang kami (Ahmadi-Antos) ambil. Sebenarnya, ini adalah kewajiban kami. Kami mencintai masyarakat sehingga kami tidak rela ada masyarakat yang tersakiti baik itu secara psikis maupun fisik jika kami memaksakan diri untuk tetap hadir", tandasnya.( tim) 

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update