WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251 -->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan


 

Kunjungan Ketua DPRD Bengkalis Ke DPRD Pelalawan

Bicara Moral. DEJ : Apa Deretan Penguasa Kota Sungai Penuh Bermoral?

Monday, December 07, 2020 | December 07, 2020 WIB Last Updated 2020-12-07T12:53:58Z


PORTALBUANA.COM - SUNGAI PENUH. Beredarnya Selebaran yang disisip dipintu pintu rumah masyarakat, disinyalir kampanye Hitam untuk menjatuhkan paslon 01 yangmana dalam brosur tersebut menyebutkan pilihlah pemimpin yang bermoral. 


Adanya brosur yang di sebarkan kemasyarat dinilai kampanye hitam kembali DEJ selaku putra daerah yang peduli kota sungai penuh menginginkan perubahan melalui postingan media sosial facebook DEJ menyebutkan


"selebaran yang disisip dipintu pintu rumah masyarakat cukup lucu membaca brosur ini. ketika 10 tahun ini pemimpin negeri membangun negeri ini versi penguasa seperti sekarang dan janji politiknya tidak dipenuhi lalu tidak ada yang mengatakan bahwa itu tidak bermoral.


Lalu ketika lembaga kontrol seperti DPRD kota dipimpin anak penguasa juga tidak mampu membuat pembangunan Kota Sungaipenuh maju pesat dan bersaing dengan kota lain malahan banjir dan sampah makin marak juga tidak ada yang mengatakan itu tidak bermoral. 


lalu jabatan ini itu yang dipegang oleh anak penguasa tapi nol prestasi juga tidak ada yang mengatakan tidak bermoral.


Jadi saya menyimpulkan yang membuat brosur dan menyebar brosur ini adalah orang yg tidak faham kondisi dan buta nuraninya sehingga dia tidak tahu arti moral itu apa. 


Bagaimana mungkin masyarakat mau mengikuti himbauan dari brosur ini sedangkan yg membuat brosur dan menyebarkan brosur ini saja tidak faham arti MORAL. MORAL itu termaktub tanggung jawab di dalamnya. Jadi kondisi Kota Sungaipenuh hari ini adalah wujud dari tidak BERTANGGUNG JAWABNYA pemimpin terhadap janji politiknya ketika akan berkuasa.


Jadi masyarakat hanya dikasih janji air liur saja krn suara masyarakat MUNGKIN sudah dibeli bukan dengan air liur. 


Jadi tidak heran sekarang masyarakat dapat janji air liur dan air banjir yg merendam negri ketika hujan. Jadi tanggal 9 Desember jadilah pemilih cerdas bukan pemilih tranksaksional. Ungkap(Defitra Eka Jaya-DEJ) melalui postingan facebook ( tim) 

No comments:

Post a Comment