WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251 -->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan


 

Kunjungan Ketua DPRD Bengkalis Ke DPRD Pelalawan

Kades Koto Dua Baru Kecamatan Air Hangat Barat Resmi Ditahan

Wednesday, December 23, 2020 | December 23, 2020 WIB Last Updated 2020-12-23T06:09:04Z


PORTALBUANA.COM - KERINCI. Pasca Satreskrim Polres Kerinci mengadakan peangkapan terhadap Kades Koto Dua Baru, Kecamatan Air Hangat Barat, Kabupaten Kerinci, Radius P selasa 22/12 diadakan penyelidikan dan di BAP sedetilnya kemudian ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polres Kerinci dalam dugaan penyalah gunaan APBDes Tahun 2018 dan 2019.


Setelah ditetapkan sebagai tersangka. Radius P langsung dilakukan penahanan oleh Satreskrim Polres Kerinci pada Selasa malam, dan untuk diadakan pengembangan penyidikan lebih lanjut kedepanya.


Kasat Reskrim Polres Kerinci, AKP Edi Mardi, dikomfirmasi membenarkan bahwa Kades Koto Dua Baru, Radius P telah ditetapkan sebagai tersangka dan juga telah dilakukan penahanan.


Dijelaskan Edi Mardi bahwa, berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/A-241/XI/2020/SPKT/RES KRC, tanggal 23 November 2020 dan Surat Perintah Penyidikan Nomor : Sp.Sidik/83/XI/RES.3.3/2020 tanggal 23 November 2020. Terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan APBDes Tahun 2018 dan 2019 Desa Koto Dua Baru.


Dengan adanya laporan maka kita lakukan prmangilan "Atas hal tersebut, kita melakukan pemeriksaan 30 orang saksi, yang terdiri dari Perangkat Desa Koto Dua Baru, BPD Koto Dua Baru, pihak Inspektorat Kerinci, pihak Dinas PMD Kerinci, pihak BPKPD Kerinci serta pihak terkait lainnya," ujarnya.


Bahkan sambung Kasat, kita telah melakukan pemeriksaan dan pengukuran realisasi pekerjaan fisik dengan melibatkan Ahli Konstruksi Bangunan dari Dinas PUPR Kota Sungai Penuh dan meminta APIP Provinsi Jambi untuk melakukan Audit Investigasi dan Audit PKKN agar ditemukan data yang sesungguhnya.


Dimana, dalam dana pembangunan fisik dari APBDes 2018 telah ditarik dari rekening, namun pembangunan Gedung Seni dan Pendidikan tidak sesuai dengan RAB. Selanjutnya, pembangunan Irigasi (APBDes 2018) tidak dilaksanakan (progres 0%). "Dan Dana dari APBDes 2019 yang ditarik dari rekening tidak ada SPJ dan tidak digunakan sesuai peruntukan yakni pembangunan jalan lingkungan dan irigasi, melainkan digunakan untuk kepentingan pribadi," jelas Kasat.


Berdasarkan hasil fakta penyelidikan, diperoleh alat bukti adanya perbuatan melawan hukum,dengan tujuan Memperkaya Diri sendiri (KKN) dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh Kepala Desa Koto Dua Baru, Radius Prawira, A.Md dalam pengelolaan APBDes 2018 dan 2019, yang mengakibatkan kerugian keuangan negara.


"Berdasarkan hasil Audit PKKN oleh APIP Provinsi Jambi terdapat kerugian keuangan negara senilai Rp. 758.732.900,00, yang berasal dari selisih realisasi pekerjaan fisik dengan RAB serta adanya pekerjaan fisik yang tidak dilaksanakan (progres 0%)," bebernya.

Sehingga, berdasarkan Gelar Perkara Hasil Penyidikan  telah ditetapkan seorang tersangka Nama Radius Prawira, A.Md selaku Kepala Desa Koto Dua Baru periode tahun 2017-2023.


Ditambahkan Kasat, rencana tindak lanjut kedepan, Mengirimkan Berkas Perkara kepada JPU Kejari Sungai Penuh (Tahap I) pada hari ini  Rabu 23 Desember 2020, serta melakukan koordinasi dengan JPU Kejari Sungai Penuh. "Malam ini telah dilakukan penahanan di Mapolres Kerinci," tutupnya.


Dengan Kejadian ini semoga dapat menjadikan pelajaran untuk Para penguna Anggra (PA) Baik Kades maupun instansi instansi pemerintah berkerjalah sesuai dengan Aturan dan Jabatan yang diemban. ( fc) 

No comments:

Post a Comment