WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251 -->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan


 

Kunjungan Ketua DPRD Bengkalis Ke DPRD Pelalawan

Leadership Summit 2020 Yakini Pemuda Mampu Mengubah Ekonomi Melalui Zakat

Monday, December 21, 2020 | December 21, 2020 WIB Last Updated 2020-12-21T08:34:26Z

PORTALBUANA.COM, BOGOR. - Permasalahan Ekonomi di Indonesia hingga saat ini masih belum menemui titik terang, namun peran pemuda sebagai pembawa tongkat estafet kepemimpinan bangsa selanjutnya diharapkan mampu memperbaiki keadaan ekonomi bangsa ini. Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) terus menerus berupaya membentuk dan menyiapkan pemimpin berkarakter dan strategis untuk wujudkan perubahan ekonomi lebih baik di Indonesia.


Melalui Leadership Summit 2020, BAKTI NUSA mengajak penerima manfaatnya berperan mencipta iklim ekonomi stabil melalui project leadership yang mereka buat. Pada Sabtu (19/12) 57 penerima manfaat BAKTI NUSA Angkatan 10 mengikuti Zakat Development Program Sharing bersama Jahidin Jay, Manajer Pendayagunaan Baitulmaal Muamalat.


Jahidin mengatakan, ketika kue ekonomi dinikmati kalangan tertentu maka akan timbul ketimpangan sosial. “Saatnya pemuda bangkitkan ekonomi. Jangan sampai kaum oligarki yang mengendalikan perekonomian sebab itu akan semakin memperburuk keadaan bangsa. Jurang ketimpangan inilah yang akan menimbulkan banyak terjadi permasalahan seperti kriminalitas, kemiskinan, dan kesehatan yang buruk,” kata Jahidin.


Zakat yang dikelola secara benar, akan dapat menurunkan kriminalitas pada sebuah entitas bahkan  zakat adalah faktor besar penentu pengentasan kemiskinan pada suatu bangsa.


“Zakat begitu penting perannya, Maka tidak mengherankan bahwa zakat adalah sebuah jihad dalam proses pengentasan kemiskinan,” ujar Jahidin.


Ia menegaskan bahwa terdapat tiga inisiatif dalam pengelolaan zakat, yakni  melalui Inisiatif kebangkitan  dengan memastikan kebutuhan pokok mustahik tercukupi, melalui Inisiatif penguatan yaitu menjadikan pendidikan menjadi pilar utama untuk memutus rantai kemiskinan, dan melalui Inisiatif kemandirian dengan  pemberdayaan terintegrasi dengan berbagai kalangan untuk saling bahu membahu dalam program pengentasan kemiskinan.


“Dengan melakukan pengelolaan zakat berdasar tiga poin inisiatif, dapat dipastikan tingkat kemiskinan di Indonesia dapat ditekan melalui cara baik yang saling menguatkan,” tutup Jahidin.(***)

No comments:

Post a Comment