WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251 -->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan


 

Menyayat Hati! 60 Honorer Berkumpul, Mengaku Dipecat Secara Sepihak di Rezim Hamas-Apri

Saturday, December 05, 2020 | December 05, 2020 WIB Last Updated 2020-12-05T16:57:11Z


PORTALBUANA.COM - BUNGO. Sedikitnya 60 Honorer dilingkungan Pemkab Bungo berkumpul, Minggu (1/12/2020). Berkumpulnya mantan pegawai non PNS tersebut menyampaikan keluh kesah. Mereka mengaku dipecat secara sepihak oleh atasan mereka.


Ungkapan kekecewaan pun tidak bisa dibendung terhadap Pemerintah Kabupaten Bungo. Para tenaga honorer pecatan menilai kebijakan sepihak tersebut sangat menyayat hati mereka. 


"Kami semua honorer yang di pecat, kami sebenarnya pingin kerja lagi," tutur GW, ibu satu anak yang pernah bertugas di Puskesmas Kecamatan Tanah Sepenggal, sambil menitikkan air mata.


Diketahui, 60 honorer yang berkumpul tersebut diluar dari kelompok mantan Honorer hasil pemangkasan besar-besaran yang dilakukan Hamas-Apri ditahun pertama memimpin. 


Menurut pengakuan mereka, dari 60 itu, empat diantaranya merupakan korban pemecatan sepihak di tahun 2020, termasuk salah satunya Arfan mantan Honorer Damkar UPT Tanah Tumbuh yang dipecat Pekan lalu.


"Kami baru dipecat. Gak taulah kenapa, kok setega itu, sekejam itu, sangat tidak berprikemanusiaan, dimanlah hati nuraninya," kata seorang Honorer kesal.


"Sudah lah dak bisa buka lapangan pekerjaan, putra daerah malah dipecat, nambah pengangguran," ucapnya lirih.


Sejak awal memimpin tahun 2016, H. Mashuri dan H. Safrudin Dwi Apriyanto (Hamas-Apri) langsung menunjukkan ketidak konsistenannya dalam mensejahterakan nasib Honor Tenaga Kerja Kontrak (TKK) di lingkup Pemkab Bungo.


5.750 tenaga Honorer pemkab Bungo diberbagai OPD yang ada di Kabupaten Bungo langsung menjadi target Hamas-Apri untuk dilakukan rasionalisasi atau pengurangan besar-besaran demi memenuhi janji politiknya yang terkesan dipaksakan. Sehingga para honorer harus menjadi korban. (T5) 

No comments:

Post a Comment