WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251 -->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan


 

Kunjungan Ketua DPRD Bengkalis Ke DPRD Pelalawan

Tenaga Honorer Dirumahkan? Feri Siswadhi Sebut Ini Prilaku Zholim Sudah Menyalahi Aturan

Thursday, December 03, 2020 | December 03, 2020 WIB Last Updated 2020-12-04T01:00:48Z


PORTALBUANA.COM - SUNGAI PENUH. Terkait dirumahkan tenaga Honorer yang sudah bertahun tahun mengabdi menjadi polemik serta menjadi cibiran dikalangan masyarakat kota sungai penuh. Pasalnya saat akan berlangsungnya pencoblosan tenaga Honorer tersebut dirumahkan Terindikasi adanya penekanan dan terkesan  paksaan untuk memilih paslon tertentu.


Salah satu akun facebook atas nama reti helwah ry mengungkapkan curahan hatinya mengatakan Boleh bertanya? Kenapa dengan saya diperintahkan untuk tidak sekolah lagi alias dirumahkan. 17 Tahun aku mengabdi di SDN 064 Koto Tuo Tanah Kampung. Aku nalak balanjo anak dengan menjual suara dari panggung ke panggung. Yolah kejam, semakin paneh bae suasana politik. Awak idak ngerti masalah politik", ujarnya


Hal ini juga menjadi perhatian feri siswadhi mantan ketua DPRD kabupaten kerinci. Dirinya mengatakan. " kita tidak menjastinvikasi. Kalau alasan mereka tidak berpihak pada paslon mereka lalu dirumahkan,  itu perlu prosesnya jangan semaunya saja merumahkan tenaga Honorer.


Mereka mengeluarkan SK honorer butuh proses juga tidak bisa dengan secara ditunjuk kamu berhenti. Ini sudah keterlaluan. Negara kita bukan bentuk seperti itu main pecat begitu saja. 


Pembantu rumah saja kalau mau diberhentikan harus bicara baik baik dulu itupun kalau ada alasan dan kesalahan yang fatal. Apa lagi ini sudah dalam kontek pemerintahan. Honorer yang sudah mengabdi puluhan tahun bahkan honorer itu lebih banyak bekerja dari ASN. Ini sudah tidak benar lagi di segi pemerintahan jelas sudah menyalahi aturan apa lagi di segi kemanusiaan Ujar feri. 


Selanjutnya feri mengatakan. " tenaga Honorer ini kalau mau diberhentikan harus mempunyai surat pemberhentian dengan ada kesalahan yang fatal tidak bisa melalui telpon begitu saja. 


Kalau hanya melalui telpon berarti honorer tersebut belum berhenti. Masih bisa bekerja kalau harus memberhentikan harus melalui mekanismenya. Honorer ini mereka punya NUPTK. Dalam hal ini saya pribadi menilai ini sudah prilaku yang zholim tidak tau aturan. Ujar feri 


Mengakhiri pembicaraan feri mengatakan" menghadapi pemilihan walikota dan wakil walikota sungai penuh yang tinggal beberapa hari lagi agar terciptanya pilkada yang damai pihak penyelenggara harus berlaku netral tidak berpihak sebelah 


Ketika pihak penyelenggara berpihak sebelah konsekwensinya sangat berbahaya akan menimbulkan konflik nantinya. Oleh sebab itu saya meminta pihak penyelenggara untuk berlaku netral jurdil agar terselenggara pemilu yang damai dan aman. Pungkas feri siswadhi ( fc) 


No comments:

Post a Comment