WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251 -->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Tiga Orang Luka Bacok Akibat Insiden Keributan, Polisi Amankan Puluhan Remaja

Tuesday, December 22, 2020 | December 22, 2020 WIB Last Updated 2020-12-22T02:17:34Z


PORTALBUANA.COM - KOTA SERANG. Puluhan pelajar dari  Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bogor dan Depok Jawa Barat terlibat insiden keributan di stasiun Kereta Api Serang pada Senin (21/12/2020) siang.


Sebanyak 31 pelajar dari 4 SMK yang berbeda di Bogor dan Depok Jawa Barat, 3 pelajar berinisial RS, AH dan A (pelajar SMK di Bogor-red) diantaranya mengalami luka bacok dibagian punggung diamankan Petugas Kepolisian dari Polres Serang Kota Polda Banten atas insiden tersebut.


"Puluhan pelajar yang kita amankan tersebut tujuan hendak ke Lampung, pada saat berangkat numpang kendaraan Truck dengan cara sambung menyambung kemudian selanjutnya rencana menggunakan Kereta Api menuju Merak kemudian nyebrang ke Bakawhuni 


Tawuran keributan itu berawal dari saling ejek, tiba-tiba di stasiun Kereta Api Serang terjadi keributan,"kata Kapolres Serang Kota AKBP Yunus Hadith Pranoto, S.Ik., M.Si., melalui Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP Indra Feradinata, SH., S.IK., saat diwawancara awak media di Mapolres Serang Kota.


AKP Indra menjelaskan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan, pendataan dan penyelidikan terhadap para pelajar tersebut.


"Pada saat diamankan tidak ditemukan senjata tajam ditangan para pelajar yang saat ini kami  diamankan,"tuturnya.


Masih kata AKP Indra, Ketiga korban pembacokan sudah dilakukan pemeriksaan, petugas masih menyelidiki diduga pelaku pembacokan.

 

"Masih kita selidiki diduga pelaku pembacokan dalam Insiden ini yang menimbulkan tiga orang korban luka-luka akibat senjata tajam, Korban jiwa enggak ada, hanya luka bacok aja tiga orang, punggung," jelas AKP Indra.


"Kita masih periksa, kita akan pangggil orang tuanya, pada saat ini status mereka masih sebagai saksi,"tungkasnya. (TP/HUMAS).

No comments:

Post a Comment