WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251 -->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Kunjungan Ketua DPRD Bengkalis Ke DPRD Pelalawan

BLT Tidak Terima, Masyarakat Desa Koto Lanang Datangi Kantor Pemdes Kab Kerinci.

Wednesday, January 27, 2021 | January 27, 2021 WIB Last Updated 2021-01-27T18:32:47Z

PORTALBUANA.COM, - KERINCI. Penyaluran BLT seharusnya diterima masyarakat desa koto lanang kecamatan depati tujuh kabupaten kerinci untuk dapat membantu perekonomian dampak dari wabah virus covid - 19, namun apa yang diharapkan BLT tahap 7 sampai tahap 9 tidak tersalurkan oleh Pjs Kades. Farmawati. 


Tidak tersalurkan BLT oleh Pjs kades, merasa kecewa masyarakat desa koto lanang datangi kantor Pemdes kabupaten kerinci untuk menyampaikan keluhannya yang tidak menerima BLT. Rabu ( 27/01/2020)


Dalam pertemuan bersama masyarakat koto lanang dengan pihak pemdes dalam hal ini langsung di sambut sekretaris dan Kabid dinas pemdes kabupaten kerinci untuk mendengarkan serta memberikan arahan terkait penyaluran BLT yang tidak diterima. 



Kabid pemdes saat dikonfirmasi mengatakan. " kedatangan masyarakat koto lanang ke pemdes untuk mempertanyakan masalah penyaluran BLT tahap 7 sampai tahap 9 yang belum diterima sampai sekarang. 


Kami dari pihak pemdes telah mendapat laporan dari Pjs kades fatmawati dan BPD yang mengatakan kalau BLT untuk Tahap 7 sampai 9 tidak dianggarkan dalam APBDes. Masyarakat hanya menerima BLT sampai tahap 6.


Tidak dianggarkan dalam APBDes besar kemungkinan masyarakat desa koto lanang tidak akan menerima BLT. Walaupun nantinya direvisi ulang juga tidak bisa menerima karena jangka waktunya sudah lewat. Ujar Kabid. 


Selanjutnya kabid mengatakan. " kami dari pihak pemdes akan panggil pjs kades dan BPD mempertanyakan kebenaran penyaluran BLT tahap 7 sampai 9 apa benar tidak dianggarkan. Pungkas Kabid. 


Ditempat terpisah salah seorang tokoh masyarakat Afrizalmen Dpt yang lebih dikenal mamak men juga salah satu aktivis mengatakan." saya sebagai masyarakat meminta kepada pihak pemdes untuk dapat menuntaskan permasalahan BLT tahap 7 sampau 9 agar dapat diterima masyarakat. 


Saya sangat kasihan dengan masyarakat yang sangat membutuhkan BLT yang diharapkan untuk bisa diterima dan digunakan untuk kebutuhan sehari hari. Ujar mamak men 


Selanjutnya mamak men menyampaikan. " seharusnya BPD dan perangkat desa yang harus mendatangi masyarakat desa koto lanang yang menyampaikan keluhannya ke pemdes. 


Kenapa tidak satu orang pun dari BPD maupun perangkat desa yang datang mendampingi masyarakat ke kantor pemdes. Ada apa semua ini seperti ada main kucing kucingan. Masyarakat sudah dibodohi oleh BPD. Ini akan kami usut. " pungkas mamak men juga salah seorang aktivis ( fc) 

No comments:

Post a Comment