WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251 -->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Kunjungan Ketua DPRD Bengkalis Ke DPRD Pelalawan

Pembangunan RS H BAKRI Sungai Penuh Diduga Tidak Sesuai Perencanaan

Wednesday, January 27, 2021 | January 27, 2021 WIB Last Updated 2021-01-27T10:00:25Z

 


PORTALBUANA.COM - SUNGAI PENUH. Pembangunan Rumah Sakit Pratama yang sudah berganti nama RS H BAKRI lantai 3 dan Ramp Pasien dengan Nilai Rp.3.7 M yang dilaksanakan oleh PT. Manjadda Wajada Utama (MWU) tahun anggaran 2019 sumber dana APBD, disinyalir tidak sesuai perencanaan yang ditetapkan, adanya dugaan temuan lapangan terkait dugaan penyimpangan keuangan Negara dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.


Pada pelaksanaan pekerjaan tersebut yang diketahui adanya perubahan addendum, namun sangat disayangkan pihak rekanan diduga tidak memperhatikan kualitas fisik pekerjaan. Dalam pengerjaan bakisting yang diduga asal jadi, dan Ramp Pasien yang diduga tidak sesuai spesifikasi dan perencanaan. Temuan lapangan yang diduga capai ratusan juta rupiah tersebut, dipertanyakan pegiat kontrol sosial di Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.


Lebih lanjut, hal ini dikatakan langsung oleh ketua umum LSM Petisi Sakti sekaligus Ketua Aliansi Merah Putih Indonesia (AMPI) kepada media ini terkait dugaan penyimpangan keuangan Negara dalam pembangunan Lantai 3 Rumah Sakit Pratama dan Ramp Pasien di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Sungai Penuh Tahun Anggaran 2019 lalu.


"Ya, kita sudah kantongi dokumen-dokumen yang ada, dan itu akan segera kita laporkan, karena instansi terkait menutup diri untuk memberikan hak jawab dari kita," ujar indra.


"Sebab kita sudah mencoba mengklarifikasi lewat surat tentang kasus ini, namun hingga hari ini belum ada jawaban dari Pengguna Anggaran (PA) dan PPTK nya, selanjutnya akan kita laporkan ke pihak penegak hukum," ujar Indra Komano.


Sekretaris Jenderal Aliansi Merah Putih Indonesia AMPI, Iwan juga mengapresiasi langkah ketua LSM Petisi dalam membuat keputusan untuk melanjutkan ke jalur hukum karena proses komunikasi kurang berjalan dengan baik.


"Saya selaku Sekjen AMPI mendukung penuh Ketua LSM Petisi dalam mengambil sikap untuk melaporkan temuan tersebut kepihak hukum, dan akan kita bantu untuk melengkapi berkas dan dokumennya," ujar Iwan memungkasi pembicaraannya. 


(Tim)

No comments:

Post a Comment