WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251 -->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Satu Unit Kelong Apung Bantuan DKP Prov Kepri,Di Duga Telah Dijual Mantan kades Laboh.

Saturday, January 02, 2021 | January 02, 2021 WIB Last Updated 2021-01-02T08:48:00Z


PORTALBUANA.COM - LINGGA.  Satu unit Kelong Apung yang merupakan bantuan pemerintah propinsi kepri thn 2017,pernah diterima oleh kepala desa laboh.kelong tersebut di operasikan oleh kelompok nelayan yang berjumlah 4 orang.


Menurut impormasi dari masyarakat, angota kelompok nelayan yang menerima Kelong Apung tersebut,semuanya berasal dari keluarga pak kades.Tapa adek iparnya,Pendi adek iparnya,Bustami adek kandungnya, Sahar juga keluarganya.hal ini telah memicu kecemburuan sosial di tengah masyarakat laboh.


Tidak sampai disitu, Kelong yang diterima tahun 2017 itu,saat ini Diduga telah dijual oleh mantan kepala desa laboh ( Fadilah atau yang akrab disapa loy).


Hal ini dibenarkan oleh TAPA,sebagai ketua kelompok yang mengelola Kelong Apung tersebut. ketika awak media meminta kompirmasi melalu telpon, TAPA mengatakan bahwa, ”Benar Kelong Apung itu telah dijual”. Pada saat awak media menanyakan , ” Kepada siapa dijual?”, ”Dengan orang Batam, balas  tapa. 


Awak media bertanya lagi, ”Berapa harga jual satu unit Kelong tersebut?” Tapa  bilang ” Kalau soal harga saya tidak tau, itu urusan bang loy” kata Tapa.


"Lantas kemana uang hasil penjualan Kelong itu" tanya awak media. Tapa menjawab "uang nya di bagikan ke angota pengelola kelong  tersebut,saya sendiri menerima uang sebayak lima juta lebih, selain saya uang itu juga diterima oleh angota yang selainitu: Bustami, Fendi, Sahar ,dan loy, tegas tapa kepada awak media.


Bahkan tapa sendiri mengatakan bahwa Kelong itu dijual atas  nama saya kata tapa, walaupun yang menjualnya bg loy.


Sebelum awak media meminta kompirmasi dari tapa, awak media terlebih dahulu menghubungi mantan kades ( loy ). Menurut loy, Kelong tersebut 

Tidak dijual hanya alihkan  pengelolaannya  kepada orang senempek yang bernama ATan. Alasan loy mengalihkan pengelolaan tersebut karna tidak sanggup lagi memperbaiki kelong tersebut.


Ketika dimintai nomor hp ATan, yang di sebutkan loy sebagai pengelola kelong tersebut, loy hanya berjanji akan memberikan nomor HP ATan, kepada awak media, awak media menunggu nomor hp yang dijanjikan oleh loy namun sampai saat ini tak d kirim kannya.


Impor Masi tentang penjualan Kelong tersebut  sudah tersebar luas di masyarakat laboh kecamatan senayang.  bahkan salah satu sumber yang tak mau disebutkan namanya, dengan lantang menyebutkan bahwa Kelong Apung itu telah d jual dengan harga Rp 60jt, dan uangnya  di guna kan untuk bersenang senang di tanjung pinang. Tutup sumber kepada awak media portal buana. 


penulis mukhsin

editor metio sandi


No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update