WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251 -->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Kunjungan Ketua DPRD Bengkalis Ke DPRD Pelalawan

Aparat Hukum Diminta Usut Dugaan Pungli Penerimaan Perangkat Desa di Danau Kerinci Barat

Wednesday, February 17, 2021 | February 17, 2021 WIB Last Updated 2021-02-17T06:40:44Z

 


PORTALBUANA.COM - KERINCI. Aparat penegak hukum diminta untuk mengusut dugaan Pungutan Liar (pungli) yang dilakukan oleh Camat Pardinal Ruzel, dalam penerimaan Perankat Desa yang baru di 4 (Empat) Desa Kecamatan Danau Kerinci Barat, Kabo Kerinci Jambi tahun 2020 lalu. 


Heri Gunawan, warga Kabupaten Kerinci mengatakan, jika aparat penegak hukum menemukan indikasi pungli, para pihak terkait harus diperiksa. Menurutnya, pembratasan pungli merupakan program pemerintah pusat. 


"Harus diselesaikan secara hukum. Ini menjadi pembelajaran untuk ke depannya,” ujar Heri, kepada Portalbuana Selasa, (16/2/2021).


Aktivis penggiat anti korosi Budi Hermawan, ketika dimintai tanggapannya beberapa waktu lalu mengungkapkan diduga ada pungli penerimaan tes perangkat desa yang baru di Empat desa dalam wilayah kecamatan danau kerinci barat. Harus dibrantas, supaya ada efek jera, ungkapnya.


"Atas nama pungli harus ditindak, apalagi terkait dengan penerimaan perangkat desa/staf yang membantu kades dalam melayani masyarakat"


Budi menegaskan, pihak berwenang agar segera turun untuk melakukan penyelidikan ke lapangan. Informasi yang saya peroleh, angka atau jumlah yang diterima camat cukup lumayan berjumlah mulai dari Dua juta hingga tiga juta rupiah per orang, tegasnya.


Diketahui, terkuaknya persoalan dugaan pungli ini berawal adanya laporan dari korban yang mengakui menyerahkan uang kepada camat dengan jumlah yang berbeda. Dari dua juta hingga tiga juta rupiah. 


Sedangkan di Desa Bukit Pulai, enam bulan gaji pertama perangkat yang baru diberikan kepada camat atas kesepakatan Kades. (Dede)

No comments:

Post a Comment