WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251 -->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Kunjungan Ketua DPRD Bengkalis Ke DPRD Pelalawan

Dana UMKM 15 M Sungai Penuh Mencuat di MK

Monday, February 15, 2021 | February 15, 2021 WIB Last Updated 2021-02-15T02:47:21Z

 


PORTALBUANA.COM - SUNGAI PENUH. Bantuan program pemerintah pusat yang diperuntukkan untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Sungai Penuh sebesar 15 miliar mencuat di Sidang MK dalam kasus sengketa pilkada Kota Sungai Penuh oleh pengacara pihak terkait. 


Aditya Diar pengacara dari Pihak terkait pada saat menyampaikan jawaban pihak termohon dan terkait, dalam pernyataannya bahwa Kepala Dinas Herpandi kepala Dinas Koperasi Kota Sungai penuh mengatakan  bahwa dana UMKM digunakan untuk kepentingan suksesi pemenangan pihak pemohon (Fikar-Yos Adrino,red). 


"Program pemerintah yang ada di Sungaipenuh 15 miliar digunakan untuk pemenangan pemohon, sebagaimana rekaman pernyataan Harpendi kadis Koperasi,"jelas Aditya pengacara pihak terkait. 


Hal Ini diketahui sebagaimana video yang beredar dimasyarakat Sungai Penuh hingga awak media pasca sidang MK dalam kasus sidang sengketa pilkada Sungai Penuh. Dalam video tersebut terdengar jelas bahwa Aditya mengatakan bahwa kadis koperasi mengatakan bahwa dana hibah 15 miliar untuk UMKM digunakan untuk suksesi pemenangan pihak pemohon (fikar,red). 


Harfendi kepala Dinas Koperasi saat dikonfirmasi via Whatsapp, tentang pernyataan pengacara pihak terkait di MK yang menyebut Kadis Koperasi 


Ass. Izin konfirmasi dan klarifikasi,  Soal pernyataan tim kuasa hukum pihak terkait di sidang MK, dalam video yang beredar, mengatakan bahwa ada pernyataan Kadis koperasi menyampaikan bahwa dana bantuan hibah untuk UMKM kota Sungaipenuh 15 miliar digunakan untuk suksesi pemenangan fikar di pilwako sungai penuh, apakah benar ada pernyataan tersebut?Dijelaskan oleh Harpendi Kadis Koperasi yang dimaksud bukanlah dana UKM tapi dana DID. "Bukan dana UKM tapi dana DID untuk kota sungai penuh, kalau bahasa sepenggal kita dengar memang demikian, nanti kita konfirmasi yang sebenarnya,"jelas Harpendi. 


Hanya saja saat dikonfirmasi lebih lanjut apakah benar dana DID yang dimaksud digunakan untuk pemenangan Calon Walikota Sungai Penuh nomor urut 2, (Fikar Azami-Yos Adrino,red)? Harpendi tidak membawanya. 


Informasi yang diterima.koran ini bahwa dana DID adalah dana yang bersumber dari APBN kepada daerah tertentu berdasarkan kriteria tertentu dengan tujuan untuk memberikan penghargaan atas perbaikan dan/atau pencapaian kinerja tertentu di bidang tata kelola keuangan daerah, pelayanan umum pemerintahan, pelayanan dasar publik, dan/atau kesejahteraan masyarakat. (Dede)

No comments:

Post a Comment