WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251 -->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Kunjungan Ketua DPRD Bengkalis Ke DPRD Pelalawan

Dugaan Perkara Korupsi Pembangunan DIC do Duri, Naik ke Penyidikan

Friday, February 19, 2021 | February 19, 2021 WIB Last Updated 2021-02-19T18:14:40Z



PORTALBUANA.COM. BENGKALIS - Setelah melalui proses penyelidikan beberapa bulan, akhirnya Kejaksaan Negeri Bengkalis meningkatkan status perkara dugaan korupsi pembangunan Duri Islamic Center (DIC) di Kota Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau, ke penyidikan, Kamis (18/2/2021). 


Tentang naiknya perkara ini ke penyidikan disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Bengkalis, Nanik Kushartanti kepada wartawan, Kamis siang.


"Untuk DIC (Duri Islamic Center) perkaranya sudah penyidikan," kata Nanik Kushartanti kepada wartawan di ruang kerjanya.


Nanik menegaskan, dengan naiknya menjadi penyidikan, pihak penyidik pidana khusus (Pidsus) akan memeriksa kembali (melakukan pemeriksaan lanjutan) terhadap orang-orang yang diduga terkait dengan proyek DIC senilai Rp 38,4 miliar itu. Mereka akan diperiksa sebagai saksi.


Ketika ditanya, apakah sudah ada tersangka, Nanik mengatakan, penetapan tersangka setelah selesai pemeriksaan para saksi.


Proyek DIC ini digulir pada tahun 2019 era Bupati Bengkalis Amril Mukminin. Proyek dengan anggaran Rp 38,4 miliar lebih itu berada di Dinas PUPR Bengkalis.


Dalam proses lelang (tender), proyek ini dimenangkan oleh PT. Luxindo Putra Mandiri, dengan nomor kontrak, 01-NK/SP/KPS/PUPR-CK/II/2019, tanggal kontrak 25 Pebruari 2019. Kepala Dinas PUPR kemudian mengangkat JI selaku PPK dan BM selaku PPTK.


Ternyata, dalam pelaksanaannya diduga ada yang tidak sesuai bestek. Ketidak sesuaian ini menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Riau sebesar Rp 1,8 miliar. 


Kelebihan bayar Rp 1,8 miliar itu diduga lambat dikembalikan oleh kontraktor.
 

Bahkan, saat perkara ini diselidiki (pengumpulan barang bukti dan keterangan) kelebihan bayar diduga belum dikembalikan seluruhnya.


Terkait jabatan yang disandang dalam proyek ini, beberapa bulan lalu JI dan  BM dimintai keterangan oleh penyidik Pidsus Kejari Bengkalis. 


Selain kedua ASN di PUPR Bengkalis itu, penyidik juga memeriksa Direktur Luxindo Putra Mandiri, Lm, pengusaha terkenal di Kota Duri berinisial Ag dan kepala tukang (mandor) proyek. 


"Mereka akan diperiksa kembali untuk mengetahui siapa tersangka dalam perkara ini," tegas Nanik Kushartanti.(RE/SC)

No comments:

Post a Comment