WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251 -->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Kunjungan Ketua DPRD Bengkalis Ke DPRD Pelalawan

PT. Growa Indonesia Abaikan Keselamatan kerja diduga menabrak UU K3

Saturday, February 20, 2021 | February 20, 2021 WIB Last Updated 2021-02-20T17:50:20Z



PORTALBUANA.COM,  LINGGA - Perusahan tambang pasir darat,  PT. Growa Indonesia yang beroperasi di kampung cukas  desa tanjung irat , kecamatan singkep barat , Kabupaten Lingga , provinsi Kepulauan Riau ,diduga telah  menabrak UU K3 ( Kesehatan dan keselamatan kerja ).


Sebagai mana yang kita ketahui. Kesehatan dan keselamatan kerja adalah bidang yang terkait dengan kesehatan para pekerja,  keselamatan pekerja dan masyarakat juga memberikan  kesejahteraan masyarakat  yang bekerja di sebuah institusi maupun lokasi proyek.


Tujuan K3 adalah untuk memelihara kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja , dalam sebuah proyek atau Perusahan



Pada dasarnya, setiap pekerja mempunyai hak untuk mendapatkan perlindungan atas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (“K3”). Demikian yang disebut dalam Pasal 86 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UU Ketenagakerjaan”).


Tidak hanya keselamatan kerja, berdasarkan investigasi beberapa wartawan dilokasi Tambang pasir tersebut,  pada, Kamis (04/02/2021) , terlihat juga di lokasi tidak terlihat rambu - rambu di lokasi area tambang, Seperti rambu keluar masuk  kendaraan proyek , dilarang bagi masyarakat masuk dilokasi yang rawan lonsor dan kecepatan kendaraan di tempat - tempat yang rawan terjadi kecelakaan di wilayah tambang.


Saat di konfirmasi kepada kepala teknis tambang (KTT) di lokasi "menjelaskan ,saya baru bekerja selama empat hari, jadi saya tidak tahu sebelum nya seperti apa , untuk lebih dalam lagi kalau bapak mau bertanya silahkan tanya kepada humas, namun saya akan berusaha memperbaiki agar lebih baik , dan saya juga sudah memesan rambu - rambu nya untuk dibuat di Batam". jelasnya



Melihat kondisi di lapangan diduga selama ini perusahan tersebut diduga sudah mengabaikan tentang keselamatan kerja,  dan aktivitas masyarakat yang sering melintasi jalan tersebut, Seperti yang di sampaikan mandor kalau dia sudah kurang lebih  dua tahun bekerja, artinya diduga selama itu pula PT . Growa Indonesia sudah melanggar ketentuan UU keselamatan kerja.


Menindaklanjuti hasil dari investasi dan keterangan dari pihak Kepala Teknis Tambang (KTT) , PT.Growa Indonesia melalui pesan WhatsApp pada (14/02/2021) mengatakan,


"Masih proses PO pak"


"Blm bisa saya pastikan pak soalnya orang HO libur sekarang ,paling besok saya follow up lagi sudah sampai mana proses POnya" isi pesannya


Hingga berita ini di terbitkan hari ini. Minggu (20/02/2021) pihak KTT belum memberikan jawaban dan informasi yang di terima Wartawan pihak perusahaan masih tidak mengindahkan / mengabaikan.(***)

No comments:

Post a Comment