WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251 -->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan


 

Tidak Bisa Mengurus Masyarakat Kades Koto petai Kasim di Nilai Gagal.

Friday, February 26, 2021 | February 26, 2021 WIB Last Updated 2021-02-26T03:17:59Z
 

PORTALBUANA.COM - KERINCI. Suasana yang mencekam di permukaan,desa kota petai ,sampai detik ini tidak mempunyai badan permusyawaratan Desa BPD, dikarenakan kisruh yang berpanjangan,

Sementara masyarakat sesali kinerja kades kasim yang vakom, dalam mengatasi masalah,warga yang menjadi korban sampai DDS Dan BLT tidak bisa di salurkan ,

kasim enak enak goyang kaki hanya menikmati gaji Buta, Sementara salah satu warga Masyarakat koto petai yang enggan di tulis namanya berinisial S pada wartawan 26/2 mengatakan bahwa ,kisruh yang terjadi di desa koto petai bermula dari pemilihan BPD yang salah satu pemilih tidak terdaftar,di DpT,,

Namun kisruh ini berlanjut ke kabupaten,dan sudah di rekomendasi pemdes kabupaten dan di perintah kecamatan memfasilitasi pemilihan ulang.

Namun alangkah IRONISNYA nya kades kasim.SE ,berdalih tidak ada dana, sehingga gejolak timbul di tengah masyarakat setempat, 

Tidak itu saja masyarakat juga menduga kasim bekerjasama dengan aparat penegak hukum yang menjadi panglima di belakang kisruh kades Kasim. 

Informasi yang di terima wartawan ini bahwa kasim se pernah di panggil kejari sungai penuh terkait laporan masyarakat lpj DDS dan PBP tahun 2018/2019/2020, namun bagaimana kelanjutan dan perkembangan. Sampai saat ini belum di kerahui oleh masyarakat, Dan saksi juga sudah di panggil berinisial.J.dan P.

Tidak itu saja masyarakat juga mempertanyakan pembelanjaan pengadaan Water Boom yang tidak  di muatkan anggaran di DDS ,dan juga pembangunan. rehabilitasi/ peningkatan/pengeresan jalan usah Tani dengan nilai Rp.140.566.000 DDS sampai saat masih semrawut,alias tidak DI rawat,

Dan juga dana penyelenggaraan PAUD,TK,TPA,TPA Non Formal dengan anggaran Rp.34.200.000 juga tidak sepenuhnya di salurkan (ucap guru Paud)

Masyarakat menilai kades gagal dalam memimpin desa koto petai dan jauh dari kata KERINCI LEBIH BAIK" (**)

No comments:

Post a Comment