WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251 -->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan


 

Kunjungan Ketua DPRD Bengkalis Ke DPRD Pelalawan

Bupati Merangin: H Al Haris Tak Rela Pendidikan Turun karena Covid-19

Tuesday, March 09, 2021 | March 09, 2021 WIB Last Updated 2021-03-09T06:55:50Z


PORTALBUANA.COM - MERANGIN. Guna memastikan kegiatan Belajar Secara Tatap Muka Bisa Dilakukan di Semua Sekolah Bupati Merangin H Al Haris mengaku tidak rela kualitas pendidikan menjadi turun, hanya karena Covid-19. Untuk itu,semua sekolah diharapkan bisa menerapkan belajar secara tatap muka di sekolah. Untuk memastikan kesiapan sekolah belajar secara tatap muka


 Bupati dua priode ini dengan tampilan berkaca mata hitam melihat langsung proses belajar mengajar secara tatap muka di Sekolah Dasar (SD) Negeri 02 Merangin dan Sekolah Menengah Pertama (Sltp) Negeri 01 Merangin, Selasa 09/3/2021


‘’Merangin sudah Zona Hijau. Hari ini saya ingin pastikan murid SD mulai dari kelas satu sampai kelas enam, bisa mengikuti proses belajar mengajar secara tatap muka di sekolah,’’ujar Al Haris 


Begitu juga lanjut bupati, dengan pelajar Sekolah Menengah Pertama (Sltp), mulai dari kelas satu sampai kelas tiga sudah bisa mengikuti proses belajar mengajar secara tatap muka di sekolah.


Belajar secara daring selama ini terang bupati, tentu memiliki tantangan tersendiri. Siswa tidak hanya membutuhkan suasana di rumah yang mendukung untuk belajar, tetapi juga koneksi internet yang memadai Murid yang selama ini tidak mengenal hanphone, dengan belajar sistem daring jadi paham mengoperasikan handphone android Tidak sedikit pula murid yang sudah mengenal androit itu, jadi salah gunakan.


‘’Sudah banyak murid-murid kita yang pikirannya menyimpang, pengaruh dari handphone android, karena banyak fiktur-fiktur yang tidak benar di handphone andaroid tersebut,’’tegas Bupati.


Namun demikian bupati minta kepada para kepala sekolah, untuk mengurangi jam belajar, misalnya yang tadinya satu jam pelajaran itu 40 menit menjadi 30 menit. Begitu juga jumlah murid perkelasnya juga bisa dikurangi, sehingga ada jarak.


Taman Kanak-kanak Diterangkan bupati, untuk anak TK yang berada di dalam Kota Bangko dan pusat keramaian lainnya belum bisa sepenuhnya menerapkan proses belajar mengajar secara tatap muka di sekolah.


‘’Tapi kalau untuk TK yang berada di desa terpencil, sudah bisa belajar secara tatap muka, karena sekolah tidak banyak dikunjungi banyak orang. Kalau TK dalam kota, masih sering dikunjungi banyak tamu, masih rawan bagi anak-anak,’’terang Bupati. (KOMINFO)

No comments:

Post a Comment