WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251 -->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan


 

Kunjungan Ketua DPRD Bengkalis Ke DPRD Pelalawan

Diduga Tak Berizin, AMTI:Desak Aparat Tutup Tambang Galian C di Desa Domo Kecamatan Kampar Kiri

Saturday, March 27, 2021 | March 27, 2021 WIB Last Updated 2021-03-27T11:26:29Z


POLTALBUANA.COM, KAMPAR KIRI.  Aktivitas Pengerukan atau galian C  dibibir Sungai Subayang tersebut banyak pihak yang dirugikan oleh dibuka Galian C itu diantara lain Nelayan, Pencari Batu Mangga, dan Ribuan Masyarakat yang Mandi dan keperluan untuk masak dan minum


Desa-Desa yang berada dihilir dimana Galian C ini dibuka mayoritas masyarakat Desa-Desa tetangga tersebut sangat mengutuk,


Salah satunya dari Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (LSM-AMTI), dimana melalui Ketua Umum DPP LSM-AMTI Tommy Turangan SH, mendesak kepada aparat penegak hukum untuk menutup penambangan Galian C di Desa Dimo Kecamatan Kampar Kiri,Kabupaten Kampar,Provinsi Riau 



Jangan sampai galian C itu hanya menguntungkan untuk pihak tertentu namun disisi lain membahayakan kehidupan di lingkungan masyarakat setempat," 


Sebab aktivitas pertambangan ilegal tersebut melanggar Pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, Bahwa setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa izin Usaha Pertambangan (IUP) maka akan dipidana dengan hukuman penjara maksimal 10 tahun penjara dan denda paling banyak 10 miliar.


Untuk itu adanya usaha galian C bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan pemerintah daerah.

Karena ada pemasukan bagi daerah berupa pajak dan retribusi,” ungkapnya.


Namun bila ilegal tentu tidak melalui prosedur yang tidak benar. Sehingga bisa merusak lingkungan dan merugikan masyarakat serta tak ada pemasukan untuk pemrintah daerah.

Jangan sampai hanya menguntungkan pelaku usaha saja,” tegas Tommy Turangan Pada wartawan  Sabtu 26/3/2021


Kami minta Pihak Kepolisian untuk memproses pidananya dan Satpol PP untuk menutup nya," Tutup Tommy


(Red)

No comments:

Post a Comment