WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251 -->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan


 

Kunjungan Ketua DPRD Bengkalis Ke DPRD Pelalawan

Dugaan Kuat 3 orang Korban Tewas PETI Karena Menghirup Zat Asam Beracun

Tuesday, March 30, 2021 | March 30, 2021 WIB Last Updated 2021-03-30T07:18:07Z

 


PORTALBUANA.COM - MERANGIN. Tiga Orang Korban Penambang Tampa izin (PETI) yang tersebar dalam pemberitaan media kemaren senin 29/03/2021, di duga kuat akibat menghirup udara zat asam beracun dan korban sampai hari ini masih dalam proses evakuasi.30/03/2021.


Dugaan tersebut dikuatkan dengan keterangan saksi, Kronologis kejadian bermula dari salah seorang korban pertama, imron (32) warga Desa Tanjung Mudo Kecamatan Pangkalan Jambu turun ke sumur tambang jarum tersebut yang kedalaman sumur mencapai 25 meter itu jatuh, 


Lalu korban kedua, Sar (40) warga Desa Sungai jering kecamatan Pangkalan Jambu,dengan melihat temannya jatuh, berniat untuk memberikan pertolongan tampa pikir panjang korban pun turun tangga, nasib nya pun serupa  baru saja turun tiga anak tangga korban pun jatuh, 


Kemudian korban yang ketiga,maulud (35) warga sungai nilau Kecamatan Sungai Manau,berpikir bahwa kedua temannya yang jatuh karena tersentrum akibat arus listrik, dengan berinisiatif untuk mematikan mesin deasel, lalu korban lansung turun dengan niat memberi pertolongan, tapi akhirnya nasib juga sama dengan kedua temannya.


Dugaan korban jatuh akibat menghirup udara zat asam beracun itu dibuktikan dengan upaya penyelamatan yang dilakukan oleh, Rama salah satu pekerja tambang tersebut dengan cara mengikat pinggangnya dengan tali kemudian turun melalui tangga tersebut, apa yang jadi dugaan itu terbukti, Rama, baru saja menuruni tiga anak tangga akhirnya pun jatuh, kemudian ditarik keatas oleh  para pekerja yang lain, sampai diatas kondisi Rama dalam keadaan pingsan.


Kapolsek Sungai Manau melalui Media ini, Kartok membenarkan kejadian tersebut, namun belum bisa dipastikan berapa  jumlah korbannya.


,,iya benar, tapi belum bisa kami pastikan jumlah korban itu berapa sebab sampai saat ini proses evakuasi masih diupayakan ujarnya. (zam)

No comments:

Post a Comment