WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251 -->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Kematian Pekerja Rumah Milik dr Yandi Akibat Tertimpa batu Granik Terkesan Ditutupi

Tuesday, March 23, 2021 | March 23, 2021 WIB Last Updated 2021-03-23T12:45:19Z

 


PORTALBUANA.COM - SUNGAI PENUH. Terkait salah seorang pekerja rumah milik dr Yandi direktur RS Melati desa pelayang raya kecamatan sungai bungkal kota sungai penuh yang menjadi korban tertimpa batu granik sehingga korban meninggal dunia, terkesan ditutupi. Pasalnya seketika jenazah korban diberangkatkan ke kampung halaman korban di jawa. Senin ( 22/03/2021)


Sehari setelah kejadian informasi dari salah seorang sumbmengatakan" saya saat itu berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Pada saat korban ditimpa batu granik berteriak minta tolong, saya pun langsung menuju ke tempat suara yang minta tolong. 


Terlihat korban sudah terhimpit batu granik. Karena terlalu berat sehingga susah mengeluarkan korban yang posisinya terjepit batu granik  pekerja lain terpaksa pecahkan batu tersebut.  Setelah korban dapat dikeluarkan saya melihat kondisi korban sudah tidak bernyawa lagi korban di bawa ke rumah. Tidak lama kemudian saya melihat korban sudah dibungkus dengan plastik dan di rujuk ke RS Melati menggunakan mobil pick up


Beberapa jam setelah korban di bawa ke RS Melati saya kebetulan ada urusan juga ke RS melati. Saya melihat salah seorang pekerja rumah dr  yandi rekan dari korban yang sedang berdiri disamping ambulance. Saya pun langsung bertanya mau dibawa kemana jenazahnya. Dia mengatakan mau dipulangkan ke jawa kerumah keluarganya ujar sumber. 


Atas informasi dan keterangan dari sumber,bawak media ini mendatangi rumah yang sedang dalam pengerjaan milik dr yandi dan menemui pekerja pekerja yang lain. Selasa ( 23/03/2021)


Namun saat dikonfirmasi i pekerja tersebut enggan mengatakan kebenaran kejadian yang telah menimpa rekan satu kerjanya. beberapa pekerja mengatakan tidak tau karena dirinya baru datang. Sementara pekerja yang lain dirinya mengatakan benar ada kecelakaan namun tidak mengetahui secara pasti kondisi korban. 


Ssat awak media ini mendatangi RS Melati untuk mengkonfirmasi dr yandi selaku direktur RS Melati, namun yang bersangkutan tidak berada ditempat. 


Salah seorang keamanan RS melati saat di tanya keberadaan dr yandi mengatakan beliau tidak ada di tempat. Saat di tanya tentang korban yang yang di timpa batu granik pekerja rumah milik dr yandi yang di rujuk ke RS Melati dengan kondisi meninggal dunia pihak keamanan membenarkan memang ada korban meninggal dunia. Namun dirinya tidak tau pasti kejadiannya. 


Kades Pelayang Raya saat dikonfirmasi melalui telpon celular mengatakan. " saya tidak mengetahui kejadian yang menimpa seorang pekerja rumah milik dr yandi sehingga korban meninggal dunia. 


Saya sendiri merasa tidak di hargai pemilik rumah yang mendatangkan pekerja dari luar daerah tanpa melapor ke RT juga kades. Sampai sekarang saya tidak mengetahui berapa pekerja yang di datangkan tersebut 


Kalau memang benar ada korban yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja Jika keluarga korban menuntut siapa yang akan bertanggung jawab.?  Ujar kades supriadi 


Selanjutnya kades mengatakan" Permasalahan ini akan saya akan panggil nanti pihak yang bersangkutan untuk menanyakan kebenaran adanya korban meninggal dunia akibat kecelakaan dalam bekerja di desa saya 


Saya juga menghimbau untuk pendatang baru yang tinggal di desa pelayang raya untuk melaporkan diri agar bisa saya data harus ikuti aturan desa kami. " Pungkas kades supriadi.( fc) 


No comments:

Post a Comment