WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251 -->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan


 

Kunjungan Ketua DPRD Bengkalis Ke DPRD Pelalawan

Oknum Desa Sungai Gelampeh Diduga Pungut PKH, Malah Pjs Kades Yang Dijelekan

Friday, March 26, 2021 | March 26, 2021 WIB Last Updated 2021-03-26T16:00:33Z

 


PORTALBUANA.COM - KERINCI. Terkait adanya isu isu yang berkembang menjadi perbincangan selama ini Pjs.Kades Desa Sungai Gelampeh kecamatan gunung Kerinci kabupaten Kerinci tidak merealisasi dan melaksanakan Dana Desa sebagaimana mestinya, Hal ini dibantah masyarakat setempat. 


Saat ditemui masyarakat dan Sekdes desa sungai gelampeh mengatakan" apa yang di isukan tentang pjs kades kami itu tidak benar, malahan selama desa kami di pimpin Pjs tomi jepisa,  baru saja menjabat beberapa Bulan sudah menampakan Perubahan dalam pembangunan di Desa Sungai Gelampeh, 


Sangat jauh berbeda dengan mantan kades. sekian Tahun.menjabat apa yang sudah diperbuat selama ini?  Desa kami tidak ada perubahan. Ditangan pjs desa kami berubah secara drastis ujar salah seorang masyarakat.


Selanjutnya masyarakat menyebutkan lebih parah lagi semasa jabatan mantan kades dan sekdes, penerima PKH dipungut sebesar 200.000 saat akan  mengambil PKH oleh oknum perangkat desa, Hal ini kami sudah sampaikan ke LSM BIDIK RI meminta usut. Bila tidak membayar uang yang diminta saat pengambilan PKH, warga yang menerima tidak akan dapat menerima PKH lagi. Pungkas salah seorang masyarakat 


Tidak terlaksananya penggunaan Dana Desa sebagaimana mestinya yang telah di isukan menjadi perbincangan,  Pjs Kades sungai gelampeh saat di temui menjelaskan" apa yang di isukan selama ini yang sengaja menjelek jelekan nama saya itutidak benar. tentang penggunaan Dana Desa Silakan tanya Masyarakat Didesa Sungai Gelapeh


Oknum ini sengaja menjelekan nama saya demi kepentingan pribadinya agar nama saya tercemar mengatakan saya tidak merealisasikan dan tidak melaksanakan sesuai juknis. 


Semua sudah saya laksanakan seperti Pembangunan gedung serba guna mulai dari titik nol, pelaksanaan yang seharusnya mulai 2018 di tahun 2020 terlaksana. Tembok penahan yang ukuran panjang 20 m,tinggi 3M, Drainase panjang 120 meter sanitasi lingkungan, 


Untuk Pemberdayaan saya laksanakan Pelatihan Parenting/stanting (pola Asuh)  satu satunya yang terlaksana di kecamatan gunung kerinci. Pelatihan Tata Boga,kelompok Tani. Pembinaan Karang Taruna,PKK,majlis taklim. Pemamfaatan kantor desa


Begitu juga untuk BLT selama 9 bulan dan Penyaluran Bantuan  kabupaten, serta bantuan Provinsi dan BST. Semua ini sudah saya laksanakan dan realisasikan sesuai dengan juknis. Silahkan ditanya ke masyarakat yang telah menerima. Ujar Pjs Kades 


Lebih lanjut Pjs Kades menjelaskan." Untuk menghidari tangapan miring saya akan menjawab semua.  Jangankan rekan rekan media dan Lsm, Masyarakat yang bertanya akan saya jawab karena mereka berhak untuk bertanya." pungkas Pjs Kades sungai galampeh Tomi Jepisa. 


Terkait adanya dugaan pungutan PKH,  ketua LSM-BIDIK RI mengatakan tentang pungli PKH di Desa Sungai Gelempeh memang benar, masyarakat penerima PKH merasa dirugikan oleh oknum yang berinisial KSM selaku perangkat Desa sebesar 200.000 saat penerima akan mengambil uang PKH


Oknum desa tersebut mengumpulkan penerima PKH di Kantor Desa untuk memberikan pengarahan agar penerima PKH bersedia memberi uang Rp. 200.000 sebelum pencairan PKH. 


Jumlah yang dipungut oknum perangkat KSM, lebih kurang sebanyak 68 KK penerima PKH, memang sedikit tapi perbuatan kejahatannya sudah melanggar  serta melawan hukum papar Ketua Lsm Bidik RI. ( iwan e) 

No comments:

Post a Comment