WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251 -->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan


 

Kunjungan Ketua DPRD Bengkalis Ke DPRD Pelalawan

Panitia Pilkades Desa Mukai Tengah di duga Pungut 13 Juta Ke Calon Kades

Monday, March 15, 2021 | March 15, 2021 WIB Last Updated 2021-03-15T16:53:42Z


PORTALBUANA.COM - KERINCI. Pungutan dalm bentuk sumbangan pada pelaksanaan pilkades kabupaten kerinci secara serentak yang akan digelar april mendatang saat pendaftaran, para calon akan dibebani biaya dengan nilai hingga belasan juta sepertinya sudah menjadi tradisi 


Hal ini terjadi di desa mukai tengah kecamatan  Siulak mukai kabupaten Kerinci,  panitia pelaksana pilkades diduga memungut biaya kepada dua calon kades sebesar 13 juta rupiah percalon


Dari informasi salah satu masyarakat setempat menyebutkan panitia pelaksana pilkades diduga memungut biaya terhadap 2 calon kades yang akan mengikuti pilkades sebesar 13 juta. 


Pungutan yang dibebankan ke calon kades sebesar 13 juta rupiah bukan sedikit, Ini tentu memberatkan bagi para calon kades ungkap salah satu masyarakat desa setempat.  


Hasan Basri S,H M,H selaku pengecara angkat bicara".  kabupaten Kerinci yang akan menggelar pilkades serentak sebanyak 153 desa dari pengamatan saya marak terjadi dugaan pungli terhadap calon kades


Sementara 153 desa yang akan melaksanakan pilkades sudah ada biaya yang dianggarkan dari ADD sebesar 25 juta tanpa memungut biaya dari calon -calon kades.


Seperti yang terjadi didesa mukai tengah sebagaimana yang disampaikan salah satu masyarakat setempat, panitia diduga memungut biaya ke calon kades sebesar 13 juta. Ujar Hasan


Selanjutnya Hasan mengatakan" jika benar ini terjadi, panitia pelaksana desa mukai tengah diduga melakukan pungutan sebesar 13 juta terhadap calon kades , ini tentu sudah menyalahi aturan  tanpa dasar hukum yang jelas  untuk melakukan pungutan terhadap calon kades


Pungutan ini jelas telah melanggar peraturan presiden no.  87 tahun 2016 tentang  satuan tugas sapu bersih pungli.  Atas adanya dugaan pungli ini, siap - siap panitia berurusan dengan hukum mempertanggung jawabkan perbuatanya dihadapan hukum" 


Saya meminta Pemerintah kabupaten kerinci serta aparat penegak hukum untuk segera turun tangan menindak dugaan pungli yang dilakukan panitia pelaksana pilkades desa mukai tengah. Serta tidak menutup kemungkinan juga terjadi di desa desa lain yang akan menggelar pilkades tegas Hasan Basri S,H M,H. ( fc) 

No comments:

Post a Comment