WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251 -->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Panitia Pilkades Desa Tanjung Pauh Mudik Dan Punai Merindu Diduga Lakukan Pungutan Ke Calon Kades

Sunday, March 21, 2021 | March 21, 2021 WIB Last Updated 2021-03-21T03:14:44Z


PORTALBUANA.COM ,- KERINCI. Pungli setoran uang Pilkades dimintai Panitia kepada peserta calon kades di Kerinci, semakin marak dan masih banyak panitia yang kangkangi aturan.


Setelah ramai diperbincangkan publik, muncul lagi kabar tak sedap pungutan dilakukan oleh panitia Pilkades desa Tanjung Pauh Mudik, dan desa Punai merindu Kecamatan Danau Kerinci Barat, Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi, berindikasi pemerasan Panitia, bahwa Calon Kades di dua desa yang melaksanakan pilkades  tiap calon  mesti bayar uang.


Meskipum sudah dilarang, pemungutan biaya pemilihan kepada balon/calon menyalahi Undang-Undang, Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa. Dalam Pasal 34 ayat Nomor 6, disebutkan biaya pemilihan kepala desa dibebankan kepada anggaran dan belanja daerah kabupaten, namun tidak diindahkan oleh panitia Pilkades di desa Tanjung Pauh Mudik dan desa Punai merindu kecamatan Danau Kerinci Barat.


Informasi yang berhasil diperoleh media ini dari masyarakat setempat yang minta namanya dirahasiakan mengungkap,, Pungutan tetap dilakukan didua desa tersebut.


" panitia Pilkades desa Tanjung Pauh Mudik dan Desa Punai merindu, memungut biaya kepada calon kades sebesar 5 juta per calon, dan tambahannya lagi 5 juta di pungut ke calon kades yang terpilih" ungkap sumber.


Dia juga menambahkan keputusan yang diambil oleh panitia Pilkades merupakan tekanan dari atasan, pungkasnya.


Terkait dengan hal ini Camat Danau Kerinci Barat Pardinal Ruzel, Ketika dihubungi media ini melalui via WhatsApp (20/03/21) mengatakan dari pihak kecamatan tidak mengetahui adanya pungutan,


"Kami tidak pernah ada tekanan, malah kami telah menyampaikan kepada panitia dan semua pj.kades  8 desa yg ikut pilkades di kec.Danau Kerinci Barat tentang surat edaran dari pak sekda mengenai tidak boleh panitia memungut sumbangan dari calon kades" ungkap Pardinal Ruzel.


Tambahnya lagi kami juga sudah menyampaikan kepada panitia jangan ada yang tidak mematuhi surat edaran dari pak Sekda tersebut jika ada yg melanggar maka resiko di tanggung masing masing, jelasnya pada media ini.


Hingga berita ini dipublis panitia Pilkades didua desa tersebut belum dapat dimintai keterangan terkait hal ini. (tim)

No comments:

Post a Comment