WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251 -->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan


 

Kunjungan Ketua DPRD Bengkalis Ke DPRD Pelalawan

Pilkades Ajang Pungli, Bupati Kerinci Terkesan Diam Dan Tutup Mata

Tuesday, March 16, 2021 | March 16, 2021 WIB Last Updated 2021-03-16T12:56:29Z


PORTALBUANA.COM - KERINCI. Pelaksanaan pemilihan kepala desa kabupaten kerinci secara serentak yang akan digelar april mendatang, diduga menjadi ajang pungutan Liar ( Pungli)  dengan modus sumbangan. Masing masing calon kades dibebankan panitia pelaksana pilkades biaya pendaftaran dengan nilai yang telah ditentukan. 


Dalam pelaksanaan Pemilihan kepala desa yang akan digelar april, telah dianggarkan dari ADD sebesar 25 juta. Tidak dibebani dan di pungut biaya kepada calon kades yang akan mengikuti pilkades tersebut. 


Namun pungutan dalam bentuk sumbangan masih tetap terjadi, panitia pelaksana diduga memungut biaya ke calon kades dengan jumlah mencapai belasan juta. Bahkan puluhan juta. 


Maraknya dugaan pungutan yang dilakukan panitia pilkades terhadap calon kades dalam bentuk sumbangan, Hasan Basri S,H M,H selaku pengacara sebelumnya telah menjelaskan dugaan pungutan yang dilakukan panitia pilkades tanpa dasar hukum yang jelas tidak ada dalam aturan Perda dan permendes, itu sudah pungli. Tindakan melawan hukum serta melanggar dan mengangkangi Kepres No 87 tahun 2016 tentang satuan tugas sapu bersih pungutan liar. ( Pungli) 


Iwan efendi selaku ketua DPD LSM PETISI SAKTI menyebutkan. " pesta pilkades yang akan di gelar secara serentak 153 desa kabupaten kerinci april mendatang merupakan perhelatan pemerintahan. 


Dalam pilkades ini sudah dianggarkan dari ADD sebesar 25 juta. Namun pungutan tetap saja terjadi. Diduga panitia memungut ke calon kades dengan alasan sumbangan. 


Hal ini jelas merupakan pungli dengan modus sumbangan. Lebih parah lagi nilai yang dipungut ke calon kades jutaan rupiah bahkan sampai puluhan juta. Yang tidak ada dalam aturan perda ataupun pemerdes  ujar iwan. 


Lebih lanjut iwan menambahkan " pungutan yang tengah jadi sorotan saat ini dalam pelaksanaan pilkades, saya menilai bupati kerinci terkesan melakukan pembiaran akan pungutan tersebut. Bupati hanya diam dan tutup mata.


Saya meminta bupati bersama dinas terkait serta aparat hukum untuk turun langsung ke lapangan. Menindak para pelaku dugaan pungli dalam pelaksanaan pilkades. Demi terwujudnya kerinci yang lebih baik dan berkeadilan. " Pungkas Iwan efendi. ( fc) 


Terkait panitia pilkades dari 153 desa kabupaten kerinci yang akan menggelar pilkades diduga melakukan pungutan dengan modus sumbangan ke calon kades, awak media ini melalui whattshapp mencoba mengkonfirmasi Sekda kerinci. Namun tidak ada di balas. ( fc) 

No comments:

Post a Comment