WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251 -->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan


 

Kunjungan Ketua DPRD Bengkalis Ke DPRD Pelalawan

Dua Orang Wanita Pemburu Satwa Dilindungi Dalam Pulbaket oleh BKSDA Jambi

Wednesday, April 07, 2021 | April 07, 2021 WIB Last Updated 2021-04-07T10:46:58Z

 


PORTALBUANA.COM - KERINCI. Setelah berkilah dengan berbagai Alasan tentang  Aksi Dua Cewek memburu Satwa dilindungi dengan mebunuh satwa tersebut dengan cara menembak, dihutan wilayah   Sungai Betung Hilir kecamatan Gunung Kerinci kab.Kerinci  dan mendapat banyak komentar dari para Nitizen dalam beberapa hari lalu. Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I langsung menindak lanjuti. Hal tersebut setelah ramai di beritakan oleh media.


https://www.portalbuana.com/2021/04/aparat-hukum-segera-tindak-akun-fb-lesi.html


Para Tim dari BKSDA SKW-1 juga melibatkan BB-TNKS Kerinci dan KPHP I Kerinci, untuk turun menulusuri, dua sosok wanita yang membunuh burung satwa yang dilindungi yang sempat viral di akun Facebook dan sempat berkilah dengan berbagai alasan dan bahkan terlontar kata tidak merasa bersalah dan tidak takut dengan aparat hukum seperti pada berita media ini tempo hari.


https://www.portalbuana.com/2021/04/dua-wanita-pemburu-satwa-liar-yang.html


Kepala SKW -1 BKSDA Jambi, H. Udin Ikhwanuddin, mengatakan bahwa sudah menerima laporan tersebut, pihaknya saat ini sedang melakukan proses Pengumpulan Bahan dan Keterangan (Pulbaket).


“Ya, saat ini kita sedang Pulbaket terhadap oknum tersebut,” jelasnya.


Dalam proses pulbaket lanjutnya pihak BKSDA SKW-1 melibat para pihak terkait di Kabupaten Kerinci (BBTNKS, KPHP unit 1 kerinci, Mintra Konservasi, dan unsur masyarakat) dan awak media agar hal demikian tidak terjadi lagi.


“Belum tau tindakan apa yang akan di ambil, karena laporan dari tim dilapangan belum kami terima tim masih melakukan proses pulbaket dilapangan,”pungkasnya.


Untuk menindak lanjuti dugaan dua orang wanita tersebut kita juga akan ramgkul Aparat Hukum nantinya,dan kita ucapkan terima kasih kepada awak media yang sudah membantu pemberitaan ini dan juga tantang laporan semoga hal ini cepat kita temukan titik terangnya.


Dalam Undang – Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSAHE) pasal 21 (2) huruf a. berbunyi tentang larangan bagi setiap orang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup.


Dan dalam pasal 40 (2) merupakan sanksi pidana bagi setiap orang yang melanggar ketentuan pasal 21 yang berbunyi bahwa Barang siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) serta Pasal 33 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).


Dengan adanya peristiwa ini,agar dapat untuk di jadikan pedoman oleh klayak Ramai ( masyarakat) agar tidak memburu dan membunuh satwa yang dilindungi.

(Tim)

No comments:

Post a Comment