WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251 -->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Iklan

Iklan

Riau

 


Iklan

Terkait Pembangunan Taman Jalur dua,LSM Aliansi Indonesia dan Ormas Bidik Tipikor Merangin Angkat bicara.

Monday, May 03, 2021 | May 03, 2021 WIB Last Updated 2021-05-04T11:17:59Z


PORTALBUANA.COM -  MERANGIN, Terkait Pembangunan Taman Jalur Dua yang di Anggarkan oleh APBD Merangin Tahun 2020, menuai berbagai persefsi yang beragam dari masyarakat.

Sudah menjadi perbincang  Publik tentang Pembangunan Taman tersebut, yang mana diketahui Dana yang digelontor oleh APBD Merangin Tahun 2020 cukuplah besar, tapi dinilai oleh masyarakat tidak sesuai dengan hasil atau output dari pekerjaan tersebut.

Dengan keadaan tersebut membuat Ketua LSM Aliansi Indonesia dan Ormas BIDIK Tipikor Merangin angkat bicara.4/5/2021

Saat diwawancarai dilokasi Taman tersebut ,Asmadi Ketua LSM Aliansi indonesia menyampaikan kepada awak media ini, dengan nada keras bahwa Asmadi menganggap pekerjaan Taman Jalur 2 boleh dikatakan proyek asal jadi  dan Asmadi sebagai Ketua Aliansi Indonesia sesuai denga Tupoksi Sosial Control Aliansi Infonesia akan mengajukan somasi kepada pihak yang terkait.

,,saya sebagai Ketua Aliansi Indonesia di Merangin sangat Kecewa dengan hasil kegiatan ini, ini boleh dikatakan proyek asal jadi,karena terlihat jelas pada fisik bangunannya belum lagi sampai sebulan dimunfaatkan masyarakat sudah banyak yang retak dan mutu kualitasnya jauh dari spesifikasi nya ,,tuturnya.

,,Dan Aliansi akan membawa perkara ini mulai dari mengajukan Somasi kepada pihak-pihak yang terkait jika perlu Aliansi akan buat laporan kepada pihak auditor external maupun kepada aparat penegak hukum (APH) untuk dilakukan audit secara konferehensif,,tambah asmadi.

hal senada juga disampaikan oleh Ketua DPC Ormas Bidik Tipikor Merangin,,Nurdinata yang akrab dipanggil ,,Bg Rolex, kepada awak media Bg Rolex menerangkan, bahwa Pembangunan Taman Jalur Dua ini perlu dilakukan penyelidikan atau Audit mulai dari perencanaannya, mekanisme pelelangannya sampai kepada pelaksanaan dan penyerahan hasil pekerjaanya, sebab pembangunan ini dinilai jauh dari harapan dan azas munfaat.

,,Ormas Bidik akan mendorong melalui Laporan kepada Pihak Aparat Penegak Hukum untuk melakukan penyelidikan dugaan mar-up atas pekerjaan Taman Jalur dua merangin ini karena secara kasat mata sangatlah tidak efesien dan tidak sesuai dengan jumlah Dana yang di Anggarkan,,terangnya.

,,Bukan hanya itu saja, jika perlu selidiki sistem mekanisme pelelangannya gimana, apakah sudah sesuai dengan ketentuan dengan UU Pengadaan Barang dan Jasa atau Perpres Nomor 21 tahun 2021 Tentang Perubahan Petaturan Presiden Nomor 16 tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah atau tidak,,tutup Rolex.*(tim)

No comments:

Post a Comment

Iklan