-->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Antrian Truck Jadi Sorotan, Sa'diyah : Lagi lagi SPBU 20 Pelayang Raya, Stop Solar Baru Adem Kayaknya ya

Monday, October 11, 2021 | October 11, 2021 WIB Last Updated 2021-10-12T03:47:31Z


PORTALBUANA.COM - SUNGAI PENUH. Antrian panjang mobil truck yang akan mengisi BBM Solar di SPBU pelayang raya, sehingga menimbulkan kemacetan, menjadi polemik ditengah masyarakat. 

Merasa menjadi polemik dan bahan perbincangan masyarakat antrian panjang truck penyebab terjadinya kemacetan, Sa'diyah selaku pemilik SPBU Pelayang Raya melalui Media sosial facebook mengungkapkan keluhannya 

Dalam postingan media Facebook Sa'diyah mengungkapkan " Aku hanya seorang perempuan yang sudah berusaha berbuat yang terbaik sebatas kemampuanku.

Minyak subsidi solar diperuntukkan bagi  Kenderaan roda 4, roda 6, angkutan umum, angkutan material, damtruk, pelaku UMKM, penggiling padi, tepung, cabe, kopi, bajak sawah dan kebutuhan petani lainnya yang sudah memiliki rekomendasi desa. Saran salah satu masyarakat yang antri, jangan layani jerigen  itu benar.



Tapi tidak benar jika kita tidak layani UMKM yang menggunakan jerigen. Apa mungkin mereka harus bawa mesin heler atau mesin kopinya ke SPBU? jika mereka salah guna, bukan wewenang aku lagi..  tidak mungkin juga aku harus mengikuti setiap orang yang beli solar ke SPBU.

Antrian yang panjang. terkadang macet, stok yang kurang, kondisi jalan yang kadang membuat pasokan BBM ke SPBU terhambat Semua nya itu disalahkan ke SPBU Cukuplah menghakimiku. kami atur stoknya supaya bisa kebagian semua

Karena orang mobil, petani butuh semua,Cobalah ngerti, aku bukan Pemerintah yang mengatur kebutuhan  masyarakat sampai pelosok desa, selaku pengelola SPBU, aku hanya bisa bantu pemerintah sebagai perpanjang tangannya untuk mengaturnya dan sampai ke pelosok desa.

Berbagai banyak tekanan yang kami SPBU rasakan. Sebagai Pengusaha.. tentu kami pengen dagangan kami laku terjual dengan cepat, supaya kami bisa beli produk lagi, demi masyarakat.

Kami ikhlas mengatur, membagi supaya para sopir dan pelaku UMKM dapat melangsungkan kehidupannya yang bergantung dengan SOLAR

Tapi mereka hanya bisa meyalahkanku dengan apa yang mereka lihat di depan mata. Tanpa bertanya alasannya, sebab dan akibatnya. SPBU ini berdiri sudah lebih 30 tahun dipinggiran hutan yang jauh dari pemukiman penduduk. 

Sekarang SPBU Pelayang Raya selalu jadi topik pembicaraan yang berada di tengah pemukiman masyarakat. Para Sopir, pelaku UMKM yang lebih tau bagaimana SPBU Kami melayani masyarakat " ujar Sa'diyah mengungkapkan keluhan melalui media facebook. ( fc) 
Print Friendly and PDF