-->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati Kasmarni Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi, Administrator dan Pengawas

Kepsek SDN 129/III Koto Tengah Kayu Aro Lakukan Pemecatan 4 Guru Honorer

Saturday, October 23, 2021 | October 23, 2021 WIB Last Updated 2021-10-23T01:17:27Z


PORTALBUANA.COM - KERINCI. Berawal dari pemecatan empat orang guru Honor, yang bertugas di Sekolah Dasar Negeri (SDN)  129/III Koto tengah Kayu Aro, yang dilakukan Kepsek Elmida Kasmarni sehingga menimbulkan keanehan dan tanda tanya di mata Masyarakat umum. 

Pasalnya, prihal pemecatan secara sepihak atau kategori PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) telah terjadi di lingkungan dunia pendidikan Kabupaten Kerinci, seperti dilangsir oleh fathner media ini LintasAsia Net kemarin,22/10/2021.

Elmida Kasmarni Selaku Kepala Sekolah diduga, telah melakukan pemecatan secara sepihak, terhadap empat orang tenaga guru berstatus Honor pada sekolah tersebut, sehingga menimbulkan keresahan dan tanda tanya di mata masyarakat umum dan para jurnalis.

Beberapa orang nara sumber yang tidak mau di sebutkan namanya menilai, berawal dari bentuk arogansi dan sifat Nepotisme Kepsek sekolah Dasar Negeri (SDN)  129/III Koto tengah Kayu Aro, yang dilakukan Kepsek Elmida Kasmarni yang melakukan pemecatan terhadap empat orang guru honorer, yang bernama, berinisial"RN  dan NS.
 
"Keempat tenaga pendidik ini  diduga telah dipecat dari guru honor tanpa melalui mekanisme dan prosudural yang berlaku".kata mereka kepada Wartawan, Jumat 22/10/2021) kemarin.
 
Pasalnya, saat ke empat guru honorer tersebut datang kesekolah seperti yang di beritakan salah satu media saat guru honorer tersebut datang kesekolah setelah izin untuk keluar namun lain hal yang terjadi dan di lakukan oleh kepsek tersebut, malah mendapat pemberentian oleh kepseknya, sedangkan Guru honorer tersebut datang hendak melakukan proses mengajar, namun kepsek tidak mengizinkan papar sumber.

Awak Media ini akan Mempertanyakan hal ini  Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci, melalui Kabid SD, agar tidak lagi terjadi pada sekolah - sekolah yang lain,di kab.Kerinci dan kita memintan kepada Dinas Pendidikan kabupaten kerinci umtuk turun croscek kelapangan dan segera memanggil para Guru Honret tersebut, 

Jangan tinggal diam dan mengabaikan hal yang demikian,agar memantau langsung, karena menurut kami pemberhentian guru honorer juga mempunya aturan bukan sepihak saja, apabila Standar Pelayanan Mutu (SPM) dan kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan tidak memenuhi persyaratan, serta melebihi Roombel," itu sah -sah saja namun itupun harus mengikuti aturan yang ada dan berkoordinasi dengan dinas terkait.
 
Sementara berdasarkan hasil konfirmasi dilapangan dari Empat  orang guru honorer yang sudah diberhentikan memaparkan, Sesuai bukti yang di tunjukkan, mereka memenuhi SPM tersebut, bahkan mencukupi jam pelajaran.
 
Anehnya terjadi sebuah kejanggalan yang lain yang mana sebagai Operator Sekolah SDN 129/III Koto Tengah Kayu Aro ini adalah Anaknya Kepsek itu sendiri yang mengolah Data di Sekolah sedemikian Rupa, sedang dari Data yang diimpun dari pihak yang dapat di percaya Anak kepala sekolah tersebut sebagai operator juga Sebagai Tenaga Honorer pada Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci pada saat ini,dan kepala Dinas Pendidikan harusnya mengambil sikap tegas terhadap Oknum yang berinisia EK tersebut yang Honor Ganda pada Satu dinas sehingga dapat merugikan banyak pihak bila hal tersebut di biarkan.

Atas tindakan yang dibuat oleh Kepsek tersebut diduga telah mengangkangi atau melanggar undang-undang No 28 tahun 1999 pasal 5 angka 4 dipidana dengan pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan denda paling sedikit Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). 
 
Pasal 22 Setiap Penyelenggara Negara atau Anggota Komisi Pemeriksa yang melakukan nepotisme sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 angka 4 dipidana dengan pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan denda paling sedikit Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) *"Amrizal/Iw.
Print Friendly and PDF