-->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati Kasmarni Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi, Administrator dan Pengawas

Laskar Muda Melayu Riau (LM2R) Menduga ada Potensi Korupsi Besar akibat dugaan pengeluaran dana Fiktif

Thursday, November 25, 2021 | November 25, 2021 WIB Last Updated 2021-11-25T12:23:48Z



PORTALBUANA.COM, MERANTI. Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretaiat Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Afrinal Yusran, diketahui menarik seluruh dana uang GU (Ganti Uang) dari bendaharanya sebesar Rp1,23 miliar lebih


Laskar Muda Melayu Riau (LM2R) Menduga ada Potensi Korupsi Besar akibat dugaan pengeluaran dana Fiktif.


Uang GU ke VI bulan September 2021 sebesar Rp1.235.684.126 diketahui cair pada Jumat (10/9/2021).‎


adapun Rinciannya, untuk pembayaran Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) sebesar lebih kurang Rp 663 juta, BBM lebih kurang Rp 100 juta, langganan koran lebih kurang Rp 35 juta, advertorial harian lebih kurang Rp 199 juta, advertorial mingguan lebih kurang Rp 15 juta, dan media online lebih kurang Rp 223 juta.


Sehari setelah uang tersebut ada pada Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP) Bagian Prokopim, yang saat itu dijabat Mazlan, Yusran langsung mengambilnya. Tepat pada, Sabtu (11/9/2021), uang sebesar Rp 1,23 miliar lebih itu pun berpindah tangan ke Afrinal Yusran.

Serah terima uang sebesar Rp 1.235.684.126, dibuat dalam berita acara tertanggal 13 September 2021 bermaterai ditandatangani oleh Afrinal Yusran dan Mazlan.

Yang sama kita ketahui bahwa uang GU ke VI Bulan September 2021 tersebut dibawa pulang oleh Afrinal Yusran. Sejak saat itu, tugas juru bayar diambil alih oleh Yusran. Kebutuhan uang untuk membayar langsung dari Yusran bukan melalui bendahara lagi. Beberapa pekerjaan teknis yang seharusnya dilakukan PPTK pun dihandle-nya sendiri. Salah satu tugas PPTK yang dikerjakan Yusran selaku KPA adalah soal membicarakan teknis ke media, terkait kerjasama pemberitaan di lingkungan Pemkab Kepulauan Meranti.


Jefrizal Ketua umum LM2R Menanggapi hal ini, menurutnya bahwa kejadian KPA menguasai uang GU ini adalah bentuk sistim manajemen adminstrasi pemerintah yang amburadur, buruk san salah untuk khususnya dalam tata kelola keuangan. Sehingga model tata kelola yang sembraut seperti ini, sangat berpotensi terjadinya praktik korupsi, dan kita bisa pastikan itu, karna kita juga dapat informasi banyak diantara teman-teman media asal dekat saja sama Pemda langsung bisa melakukan pencairan.

Hari ini menurut Jefri bahwa dengan era modernisasi sudah maju, Sistem transaksi keuangan dipakai sudah seharusnya tidak lagi menggunakan sistem cash, tapi bank transfer. Kecuali untuk kebutuhan sekretariat, namun jumlahnya sangat terbatas, tidak lebih dari Rp 10 juta. Sistem transaksi manual sangat gampang untuk melakukan penyelewenangan, pengalokasian fiktif, mark up daj sejenisnya.

Jefrizal berharap inspektorat segera melakukan audit, aparat hukum seperti Polres dan kejari sudah saatnya mulai menelusuri Dugaan Pengalokasi dana fiktif dan diduga tidak tetap sasaran itu.


Menurut jefrizal bahwa pelaksanaan kegiatan pemerintah dan berkaitan dengan keuangan, maka telah ada staff dengan fungsi masing-masing. 


KPA punya peran sendiri, PPTK punya peran sendiri, bendahara punya peran sendiri dan Masing-masing itu harus ada untuk saling kontrol agar mengurangi Prilaku salah langkah dalam mengelola keuangan dan bukan sistim monopoli yang sangat besar peluang potensi Koruptif, dengan sistim Pembayaran fiktif dan mark up ungkap Jefrizal itu.


‎‎Jefrizal mendesak Bupati kepulauan meranti untuk mengevaluasi tata kelola keuangan menjadi baik dan benar. Tentunya membuat kebijakan seluruh transaksi keuangan dengan sistem bank transfer. Sistem cash hanya diperuntukan pada transaksi yang khusus, darurat dan jumlah kecil. Kemudian harus menjalankan sistem kontrol internal yang maksimal, peningkatan peran APIP (Inspektorat) untuk melakukan pengawasan internal. Dan kemudoan baru berbicara bentuk evaluasi para birokrat yang tidak tertib dengan aturan dan ketentuan dalam menjalankan administrasi‎. Tutupnya (Jef)

Print Friendly and PDF