-->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS

Antisipasi Kekerasan Perempuan dan Anak, Dinas PPPA Bentuk Satgas Desa

Wednesday, January 19, 2022 | January 19, 2022 WIB Last Updated 2022-01-19T06:57:53Z


PORTALBUANA.COM - SUNGAI PENUH. Untuk antisipasi kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam rumah tangga maupun di lingkungan setempat, berbagai upaya dilakukan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( PPPA)  Kota sungai penuh.

Adapun upaya mengatasi kekerasan terhadap perempuan dan anak, Kadis PPPA Abdul Rahman dalam mewujudkan Visi dan Misi walikota dan wakil walikota Ahmadi Zubir dan Alvia Santoni, membentuk Satgas di desa dan forum anak di tiap sekolah. 

Dalam bincang bincang, kadis PPPA Abdul Rahman melalui Kasi Pencegahan penanganan perlindungan anak. Irwan mengatakan. " Tingkat kekerasan terhadap anak dan perempuan kota sungai penuh alhamdulillah masih rendah. 

Walaupun demikian kami dari dinas PPPA akan berupaya dalam mengantisipasi Kekerasan terhadap perempuan dan anak, kami sudah membentuk Satgas di desa.

Satgas yang ada di desa terdiri dari unsur masyarakat yang berperan mengontrol serta nelaporkan ke dinas bilamana terjadinya kekerasan dalam rumah tangga " Ujar irwan

Selanjutnya Kadis PPPA melalui Irwan mengatakan" Kami dari dinas juga sudah membentuk forum anak yang beranggotakan masing masing sekolah satu orang siswa yang bertugas sebagai pelopor dan pelapor. 

Jika ada kekerasan terhadap anak di linkungan sekolah dalam bentuk fisik maupun mengolok olok sesama teman sehingga dapat mempengaruhi mental anak, siswa yang bertugas dalam forum anak nantinya melaporkan ke dinas PPPA. " Ujar Irwan 

Lebih lanjut Irwan menambahkan" kami dari dinas kedepannya dalam mewujudkan misi dan visi walikota dan wakil walikota, akan membentuk UPTD Unit Pelayanan Terpadu Dinas,  Dalam mengantisipasi adanya kekerasan terhadap perempuan dan anak 

Peran serta media sangat penting. Memberikan pemahaman kepada masyarakat agar jangan terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak." Tutup Kasi Pencegahan penanganan perlindungan anak. Irwan.( fc) 


Print Friendly and PDF