-->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS

Polres Labuhanbatu Batalkan Rekontruksi Kasus Pembunuhan Dipasuruan

Thursday, January 13, 2022 | January 13, 2022 WIB Last Updated 2022-01-13T09:18:22Z

 


PORTALBUANA.COM, LABUHANBATU. Polres Labuhanbatu Batalkan rekontruksi kasus Polres Labuhanbatu Batalkan Rekontruksi Kasus Pembunuhan Dipasuruan yang terjadi di Lingkungan Pasuruan Kelurahan Sirandorung Kecamatan Rantau Utara pada tanggal 13 November 2021 lalu.


Rekonstruksi yang direncanakan di Aula Yanpiter Polres Labuhanbatu pada hari Kamis 14/1/2022 ini mendadak dibatalkan setelah sebelumnya juga pernah ditunda pada hari Selasa 11/1/2022. yang mana pada hari Selasa sesuai undangan rekonstruksi, alasan ditundanya karena ada demo para mahasiswa di Mako Polres Labuhanbatu, dan hari ini didapat pengakuan keluarga tersangka para tersangka akan dibawa kemedan terlebih dahulu untuk dilakukan pemeriksaan kejiwaan.


Diketahui sebelumnya, kasus pembunuhan terhadap Nazar Anul Nasution alias Adek pada 14 November 2021 ditemukan di sebuah kebun sawit milik almarhum H.Tutur parapat.


Dari investigasi Tim dilapangan didapat cerita dari istri tsk Sawal sebut saja Rohana, peristiwa bermula pada tanggal 13 November 2021 Alm Adek bersama Sawal (ditetapkan sebagai tersangka) masuk ke kebun sawit milik Almarhum H.Tutur Parapat dari jalan berbeda untuk mencuri sawit dilokasi tersebut. namun sebelum memulai aksi keduanya kepergok diduga penjaga atau pemilik kebun, sehingga membuat keduanya lari meninggalkan lokasi.


Dari keterangan Rohana, pada hari Sabtu 13 November 2021 Sawal pulang kerumah bercerita kepada dirinya bahwa dia (Sawal) ketahuan masuk kelahan tersebut, namun didalam kebun masih ada Adek (Almarhum), untuk memastikan almarhum keluar atau tidak Sawal naik ketebing melihat kearah lokasi, namun tidak menemukan tanda-tanda adanya si Adek.


Karena tak kunjung mendapatkan informasi, Sawal menerima saran istrinya untuk meminta bantuan kepada Indra warga setempat pada hari itu juga, hingga keesokan harinya Minggu 14 November 2021 karena korban' (Adek) tidak diketahui posisinya maka sawal dan Indra meminta tolong kepada warga setempat termasuk Abang kandung korban mendatangi lahan sawit dimaksud untuk mencari korban.


Dilokasi lahan tersebut, rombongan warga bertemu seorang penjaga disebuah barak dan menanyakan siapa semalam yang datang ke kebun itu, karena tidak menemui apa yang dicari, warga menelusuri kebun hingga akhirnya menemukan Adek yang sudah menjadi mayat dengan sekujur tubuh penuh luka. dan warga melaporkanya kepolisi.


Dari temuan itu, polisi membuat laporan model A ke Polres Labuhanbatu dengan para saksi yang kini ditetapkan sebagai tersangka yakni, Arpian alias Pian Abang kandung korban, Muhammad Jalal Alias Jalal dan Pahrizal Muhammad Sawal alias Sawal.


Kasatreskrim Polres Labuhanbatu AKP Rusdi Marzuki SH, MH, ketika dikonfirmasi diruang kerjanya terkait pembatalan rekontruksi mengatakan ada pemberitahuan dari kejaksaan bahwa terhadap ketiga tersangka harus dilakukan konservasi kesehatan ke medan.


" Ada pemberitahuan dari kejaksaan agar ketiga tersangka dilakukan konservasi kesehatan kemedan, dan untuk mendapatkan hasilnya kira harus menunggu 14 hari", ujar Kasat Reskrim.(sh)

Print Friendly and PDF