-->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS

Tidak Terima Dikonfirmasi, Oknum Polisi Anak Kepsek Misyeni Datangi Rumah Wartawan

Saturday, January 08, 2022 | January 08, 2022 WIB Last Updated 2022-01-09T08:15:06Z


PORTALBUANA.COM  - SUNGAI PENUH. Terkait adanya dugaan pungli dI SMP 8 sungai penuh, siswa diharuskan membeli modul seharga 15.000 rupiah/ buku yang harus dibeli 10 buku seharga 150.000, juga siswa harus membayar uang iuran pertandingan futsall Rp10.000 persiswa, salah seorang wartawan mencoba untuk konfirmasi kepala Sekolah SMP 8 sungai penuh Misyeni. Sabtu 8/1/2021.

Setelah dikonfirmasi Wo Elpi wartawan dari media targetjurnalis.com, Salah seorang oknum polisi yang mengaku anak dari kepala sekolah SMP 8 sungai penuh merasa tidak  senang dan menghubungi melalui telpon celular serta mendatangi rumah wartawan tersebut

Wo elpi wartawan targetjurnalis.com melalui awak media ini mengatakan" Saya didatangi oknum polisi yang mengaku anak dari kepala sekolah SMP 8 sungai penuh Misyeni. Dia merasa tidak senang atas kedatangan saya ke SMP 8 sungai penuh untuk konfirmasi atas dugaan pungli. 

Kedatangan oknum polisi ini kerumah saya karena dia meminta saya untuk tidak memberitakan dugaan pungli SMP 8 Sungai Penuh, dimana selaku kepala sekolah Misyeni orang tua dari oknum polisi tersebut.

Oknum polisi itu pun berkata kita sama sama orang lapangan, dalam minggu ini wartawan yang terlibat narkoba akan saya tangkap. 

Saya pun menjawab apa yang disampaikan oleh oknum polisi tersebut, kalau saya memberitakan, itu kan hanya dugaan. Kalau memang tidak ada pungli kenapa harus takut. Setelah saya menjawab, oknum polisi tersebut tanpa sepatah kata meninggalkan rumah saya." Ujar Wo Elpi. 

lebih lanjut Wo Elpi mengatakan " kedatangan oknum polisi anak dari kepala sekolah SMP 8 Sungai Penuh Misyeni, sepertinya ingin melindungi adanya dugaan pungli.

Oknum polisi tersebut secara tidak langsung sudah mengintimidasi saya untuk tidak memberitakan dugaan pungli di SMP 8 Sungai Penuh. " Ujar Wo Elpi 

Selanjutnya Wo Elpi menambahkan" Terkait dugaan pungli dengan modus pembelian buku modul  ke siswa SMP 8 Sungai Penuh, ini tidak bisa di biarkan begitu saja, saya meminta walikota Ahmadi Zubir untul mencopot kepala sekolah SMP 8 sungai penuh.

Begitu juga adanya intimidasi terhadap saya oleh oknum polisi anak dari kepala sekolah Misyeni, mendatangi rumah saya melarang untuk tidak memberitakan, saya tidak tinggal diam, harus saya laporkan ke propam. Kapan perlu saya akan menghadap kapolres" Tutup Wo Elpi. ( fc)
Print Friendly and PDF