-->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS

Yuni Korban Penganiayaan Istri Anggota DPRD Kab Kerinci Kecewa Di Tetapkan Tersangka

Tuesday, May 10, 2022 | May 10, 2022 WIB Last Updated 2022-05-10T16:57:44Z


PORTALBUANA.COM - SUNGAI PENUH. Kasus penganiayaan yang terjadi di butik meizia pada tgl  18 oktober 2021 yang dilakukan istri salah seorang anggota DPRD kabupaten kerinci terhadap Yuni saat ini telah sampai pada proses persidangan. Namun Yang aneh nya kasus tersebut Yuni selaku korban juga ditetapkan sebagai tersangka.

Kekecewaan pun dirasakan Yuni selaku korban penganiyaan yang telah tetapkan sebagai tersangka. Bak jatuh tertimpa tangga. 

Adapun dalam kasus penganiyaan terhadap Yuni sempat terhenti tidak ada kelanjutan serta perdamaian kedua bela pihak antara korban dan pelaku. 

Sebagai ungkapan rasa kecewa Yuni selaku korban dirinya di tetapkan tersangka mengungkapkan " saya merasa sangat kecewa ata putusan Kejaksaan negeri. saya yang menjadi korban penganiyaan Mala saya yang di tetapkan sebagai tersangka.


Atas penganiyaan ini saya mengalami beban mental dan fisik memar -memar dan sesak nafas,  begitu juga  kaki saya sulit untuk berjalan karena terkilir, hanya bisa terbaring di rumah tidak bisa berbuat apa apa dan tekanan batin tidak bisa menjlankan aktivitas perkerjaan saya terbangkalai."

 Pada saat itu saya mencoba melakukan mediasi tidak ingin memperpanjang masalah, saya mengundang korban ke kantor polres untuk melakukan perdamaian secara kekeluargaan.
 
Namun yang datang Utusan mereka kerumah saya. Kedatangan mereka pun melontarkan kata kata dengan tidak menyenangkan dengan pihak keluarga saya dan utusan mereka minta kasus untuk di lanjutkan.

pada saat proses mediasi dipolres mereka tidak bersedia  untuk mengganati kerugian yang saya alami. Hingga kasus ini dilanjutkan atas permintaan suami dari pelaku yang telah menganiaya saya." Ujar Yuni 

Lebih lanjut Yuni mengatakan" Laporan penganiyaan terhadap diri saya yang sudah di laporkan dari oktober  kurang lebih 6 bulan terombang ambing tidak kejelasan sehingga membuat saya putus asa menghadapi masalah ini.

Seiring berjalannya waktu kasus saya yang sudah 6 bulan terombang ambing  telah dilimpahkan ke kejaksaan negeri. Namun yang anehnya pada saat  bersamaan kasus saya dilimpahkan ke kejaksaan kepolisian dan kejaksaan menetapkan saya selaku  korban penganiayaan dan juga sebagai tersangka atas pasal 310 KUHP

Saya pun tidak habis fikir dan bertanya tanya apakah dikarenakan suami pelaku yang telah menganiya saya sebagai pejabat, anggota DPRD Kabupaten Kerinci dan  ayah pelaku bertugas security di pengadilan sungai penuh sehingga hukum pun bisa dibalikan. Yang salah menjadi benar sementara yang benar bisa di salahkan(***)

 saya hanya bisa pasrah. Menerima putusan semua ini. Saya berharap mudah mudahan di pengadilan hakim yang menyidangkan kasus saya ini dapat bersikap seadil adilnya. Saya merasa sudah terzholimi. "Tutup Yuni ( FC)
Print Friendly and PDF