Temukan Warga Miskin Terganjal Desil Cek Bansos, Duo Pilar Dinsos Bengkalis Ambil Langkah Darurat di Tegal Sari!
BATHIN SOLAPAN – Guna memangkas rantai birokrasi pendataan bansos yang kerap dikeluhkan lambat serta memastikan bantuan tepat sasaran, dua pilar senior Dinas Sosial Kabupaten Bengkalis Erwin Saleh, S.A.P. dan Lili Suryani, S.Pd.I. resmi berkolaborasi menggelar pemutakhiran data kemiskinan terpadu di Jalan Tegal Sari KM 4 Kulim, Desa Pematang Obo, Kecamatan Bathin Solapan, Sabtu (24/10/2026).
Penunjukan Erwin Saleh dan Lili Suryani dinilai sebagai langkah sangat presisi oleh publik. Keduanya merupakan figur senior yang memiliki rekam jejak panjang di pilar kesejahteraan sosial Kabupaten Bengkalis.
Erwin Saleh, S.A.P., yang selama ini aktif mengawal pemberdayaan ekonomi warga miskin melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE), kini bergerak sebagai Agen Perlinsos sekaligus "loket berjalan" di lapangan. Erwin bertugas mendatangi warga rentan, memfasilitasi pengusulan baru, mendampingi lansia gagap teknologi, hingga membantu proses sanggahan jika desil ekonomi warga di sistem tidak sesuai dengan kondisi riil.
Di sisi lain, akurasi data lapangan tersebut diperkuat oleh Lili Suryani, S.Pd.I. Sebagai Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) senior, Lili bertindak sebagai Petugas Data SIKMO (SIKS Mobile) Kementerian Sosial RI. Pengalaman lapangannya menjadikannya garda terdepan dalam verifikasi, validasi (verval), serta monitoring-evaluasi berkala terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT maupun PKH.
Kendati semangat pelayanan di lapangan sangat tinggi, penanganan kendala data desil warga masih menghadapi hambatan teknis pada alur verifikasi sistem. Erwin Saleh mengungkapkan bahwa saat tim melakukan pengecekan langsung pada data Cek Bansos, banyak ditemukan fakta pilu di mana warga yang secara kondisi riil sangat miskin justru tertera memiliki desil tinggi.
Saat ini, fitur pengajuan sanggahan pada sistem aplikasi Agen Perlinsos belum bisa dilakukan di tempat karena akun agen masih dalam proses menunggu verifikasi dan persetujuan resmi dari instansi terkait.
"Di lapangan, saat kami cek langsung di data Cek Bansos, ternyata desil warga yang sebenarnya sangat layak dibantu ini masih tercatat tinggi. Fitur pengajuan sanggahan pun belum bisa kami eksekusi saat ini karena sistem aplikasi Agen Perlinsos masih menunggu proses verifikasi dari instansi terkait. Jadi, untuk sementara waktu data warga tersebut kami catat secara manual terlebih dahulu agar bisa langsung diajukan begitu verifikasi sistem selesai," jelas Erwin Saleh, S.A.P.
Aksi jemput bola ini juga menjadi simbol kuatnya kegotongroyongan warga. Pergerakan tim gabungan Dinsos Bengkalis di Jalan Tegal Sari ini turut didampingi oleh tokoh relawan perempuan setempat, Ibu Misiyem, yang juga menjabat sebagai Ketua RT di wilayah tersebut.
Kehadiran Ibu Misiyem bersama kaum ibu berjiwa relawan lainnya membantu memetakan rumah-rumah warga lansia dan kurang mampu, sehingga proses pencatatan dan verifikasi awal data berjalan sangat kondusif dan akurat.
Sinergi terpadu antara Agen Perlinsos, Petugas SIKMO Kemensos, dan relawan tingkat RT ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam menciptakan tata kelola data kemiskinan yang responsif dan berkeadilan di Kabupaten Bengkalis.(ERWIN)






