Masyarakat kembali diimbau untuk berhati-hati terhadap dugaan investasi ilegal yang mengatasnamakan “Victory Future” atau “Victory Global”, yang merekrut calon korban melalui grup pesan instan seperti WhatsApp.
Berdasarkan penelusuran dan bukti percakapan yang diterima redaksi, sejumlah individu yang mengaku sebagai admin atau perwakilan investasi aktif menghubungi masyarakat secara personal. Mereka menawarkan skema top up modal dengan janji keuntungan tetap serta klaim bahwa dana bisa langsung ditarik (withdraw).
Salah satu nomor yang diduga aktif melakukan pendekatan dan perlu diwaspadai adalah:
> 📌 +62 882-0171-90165
Dalam percakapan, nomor tersebut memberikan jaminan secara personal, bahkan menggunakan kalimat religius dan empati sosial untuk meyakinkan calon korban agar segera melakukan deposit (depo) dana.
Kronologi Dugaan Kerugian Investor
Berdasarkan pengakuan salah satu investor, peristiwa bermula saat korban melakukan transfer dana minimal Rp500.000 sebagaimana ditawarkan dalam tabel paket investasi.
Pada member area aplikasi, status awal tercatat deposit telah terkonfirmasi. Namun, ketika investor mencoba melakukan withdraw (penarikan dana) sesuai arahan mentor awal, saldo yang dapat ditarik tercatat nol (0).
Merasa ada kejanggalan, investor kemudian menghubungi mentor yang merekrut, yang sebelumnya memberikan jaminan dan menyatakan akan bertanggung jawab. Investor juga mencoba menghubungi admin di dalam aplikasi.
Setelah berhasil dihubungi, admin aplikasi menyampaikan bahwa modal Rp500.000 dianggap telah habis, serta menyarankan agar investor mengambil paket Rp1.500.000 apabila ingin dapat melakukan withdraw.
Namun, saat dilakukan pengecekan ulang pada riwayat saldo transfer, terdapat keterangan “ditolak”, sementara uang yang telah ditransfer tidak dikembalikan ke rekening investor.
Investor kembali mencoba menghubungi admin untuk meminta kejelasan lanjutan. Namun hingga berita ini disusun, admin tidak lagi memberikan respons.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti berapa banyak investor lain yang melakukan top up Rp500.000 dan tidak dapat menarik kembali dananya.
Modus yang Digunakan
Dari materi promosi dan percakapan yang beredar, teridentifikasi beberapa modus, antara lain:
Mengklaim modal aman dan bisa ditarik kapan saja
Memberikan jaminan pribadi jika terjadi kendala
Mendesak korban untuk segera melakukan depo
Menawarkan skema “Kontrak 180 Hari” dengan keuntungan tetap
Menggunakan nama dan branding menyerupai perusahaan resmi
Padahal, hingga saat ini tidak ditemukan informasi resmi yang jelas terkait:
Izin usaha
Alamat kantor yang valid
Keterdaftaran di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Bappebti
Imbauan kepada Masyarakat
Masyarakat diminta untuk:
❌ Tidak melakukan transfer atau top up dana
❌ Tidak mudah percaya pada jaminan personal
✅ Mengecek legalitas investasi di situs resmi OJK dan Bappebti
✅ Menyimpan bukti chat, nomor kontak, dan bukti transaksi
Pelaporan
Apabila menemukan indikasi serupa atau merasa dirugikan, masyarakat disarankan segera melaporkan ke:
Satgas Waspada Investasi (OJK)
Kepolisian
Layanan Pengaduan Konsumen OJK 157
Kewaspadaan menjadi benteng utama agar masyarakat tidak menjadi korban investasi bodong yang terus bermunculan dengan berbagai nama dan modus baru.
0 Comments